JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
MANGUPURA - fajarbali.com | Mewabahnya Covid-19 sejak bulan Maret lalu membuat industri pariwisata Indonesia khususnya Bali mengalami keterpurukan.



Hampir 7 bulan ini industri pariwisata berupaya menggarap berbagai peluang yang ada untuk menggeliatkan kembali perekonomian yang merosot. Di industri perhotelan, pelaku usaha membuka fasilitas restoran dan bar dengan menyasar wisatawan lokal merupakan salah satu strategi yang diambil pengusaha.

Seperti yang disampaikan Pelaku Pariwisata sekaligus Owner Aston Kuta Hotel & Residence Dino Dinata. Pihaknya sempat menutup operasional hotel sejak April lalu dan menjadikan hotel sebagai lokasi karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini menyusul adanya kebijakan pemerintah yang melarang sementara orang asing masuk wilayah Indonesia. Namun, sejak Gubernur Bali memberikan kelonggaran untuk wisatawan domestik (wisdom), langkah yang dilakukan pihaknya adalah menyasar wisdom dan wisatawan lokal Bali.

“Jadi, sejauh ini masih tergolong aman dengan wisatawan domestik dan lokal Bali, namun, untuk wisatawan mancanegara nihil. Walaupun tingkat hunian hotel belum maksimal, tetap saja diperlukan pegawai yang bekerja untuk maintenance seluruh fasilitas hotel. Berdampingan dengan kondisi seperti ini, seluruh karyawan diatur jam kerjanya. Di sisi lain, dilihat dari jumlah kedatangan wisatawan ke Bali, belum ada tanda-tanda yang meyakinkan untuk membuka hotel secara continue," ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Dino Dinata menuturkan, sekalinya hotel dibuka, biaya operasionalnya sangat tinggi. Dengan market yang belum jelas dan jumlah kedatangan wisatawan yang tergolong minim, pihaknya belum berani mengambil keputusan tersebut.

"Untuk itu, kami berharap agar pemerintah dapat memberikan stimulus atau bantuan pinjaman lunak untuk dunia usaha. Jadi, kami masih bisa bertahan sampai tahun 2020. Mungkin, dalam program pemulihan ekonomi nasional, diharapkan pemerintah pusat bisa mengalokasikan untuk Bali berupa pinjaman lunak sehingga kami mampu membayar karyawan, kewajiban-kewajiban rutin serta pajak daerah,” imbuhnya.

Pandemi ini sekaligus memberikan pihak hotel waktu untuk melakukan berbagai perbaikan fasilitas. Selebihnya, protokol kesehatan diterapkan dengan sangat ketat. Hal ini sesuai dengan imbauan pemerintah dan merupakan salah satu cara membangun kepercayaan dari pengunjung serta menjamin kenyamanan pengunjung selama berlibur di Bali. (dar).