JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
MAGUPURA - fajarbali.com | Pandemi Covid-19 menjadi ancaman serius bagi sektor pariwisata di seluruh dunia, termasuk Indonesia.



Bahkan, pemulihan pariwisata diprediksi akan membutuhkan waktu yang lama jika penanggulangannya tidak segera dilakukan dengan serius. Dampak pandemi ini pastinya sangat merugikan stakeholder pariwisata khususnya di Bali, dimana sebagian besar masyarakat bermatapencaharian di sektor tersebut.


"Hampir 7 bulan mengalami pandemi dan penerapan new normal yang selama ini gencar disosialisasikan juga telah dilakukan, namun pertumbuhan ekonomi dan jumlah kunjungan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dengan adanya waktu pemulihan hingga vaksin ditemukan, diharapkan pelaku pariwisata menyiapkan berbagai terobosan dan inovasi dalam upaya bertahan hidup dan optimis dalam menyelamatkan bisnis," ujar Ketua Bali Vila Association (BVA), Drs. I Gede Sukarta, MBA, Selasa (6/10/2020).

Menurut Sukarta, hingga saat ini, vila dan restaurant serta DTW sebagian besar sudah terverifikasi, namun ada juga yang belum siap diverifikasi dengan alasan belum adanya kedatangan wisatawan. Terlebih lagi, border internasional belum buka sehingga para pengelola hotel, vila, restaurant dan sejenisnya masih enggan untuk diverifikasi.

"Kami kalangan industri sebagai pekerja di sektor pariwisata sangat terpukul dengan situasi dan kondisi seperti saat ini. Kami tidak bisa berharap banyak. Yang bisa kami lakukan saat ini hanya mengikuti dan melaksanakan segala imbauan serta protokol yang telah disiapkan satu pintu oleh Pemerintah Provinsi Bali. Standar protokol kesehatan (clean, health dan safety)," tuturnya.

Dalam masa pandemi Covid-19, komitmen dan kedisiplinan bersama menjadi ujian terbesar pariwisata Bali. Ini termasuk ujian dalam menghadapi krisis ekonomi karena sudah banyak karyawan hotel dan vila yang dirumahkan atau hanya bekerja beberapa hari hanya untuk melakukan minimum pembersihan dan perawatan untuk properti masing-masing. "kita berharap agar pariwisata Bali bangkit kembali dengan menerapkan standar new normal untuk menggeliatkan pertumbuhan ekonomi seperti sediakala," tutupnya. (dar).