JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
Judul : Dampak Covid-19, Aktivitas Pedagang di Pantai Kuta Sepi


MANGUPURA - fajarbali.com | Telah dibukanya pariwisata Bali khususnya untuk wisatawan domestik (wisdom), tidak serta merta membuat aktivitas di Pantai Kuta kembali ramai. Pasalnya, para pedagang di pantai yang menjadi salah satu destinasi unggulan ini belum diizinkan berjualan.


Padahal sejak dibukanya kunjungan wisdom 31 Juli 2020, wisdom mulai berdatangan ke sejumlah objek wisata termasuk Pantai Kuta. Namun hingga saat ini area tempat berjualan masih ditutup karena para pedagang masih dilarang untuk berjualan di sepanjang kawasan Pantai Kuta. Hal tersebut lantaran masih dilakukan penataan kepada pedagang. Kondisi ini tentunya sangat disayangkan oleh para pedagang yang menggantungkan hidupnya di Pantai Kuta.

Salah seorang pedagang di Pantai Kuta, Yudha, Minggu (27/9) mengungkapkan, semenjak mewabahnya virus Corona, transaksi jual beli di area pantai maupun Pasar Seni Kuta menjadi terhenti. Pihaknya sangat berharap aktivitas berjualan di Pantai Kuta bisa segera dibuka kembali.

“Saya berharap bisa diizinkan berjualan, sehingga mata pencaharian saya sebagai pedagang dapat berjalan,” terangnya. Saat ini dirinya mengaku hanya bisa bersabar dan berusaha mengisi waktu kosong dengan memperbaiki fasilitas lapak tempat berjualan yang sudah lama terbengkalai.

Yudha juga meminta kepada pemerintah agar para pedagang yang terimbas wabah Corona dapat diberikan stimulus berupa bantuan permodalan untuk dapat bertahan.

"Tentu kita harapkan adanya stimulus dari pemerintah agar kami para pedagang kedepannya tetap bisa berjualan, terlebih wabah ini belum diketahui kapan akan berakhir dan pemulihan pariwisata pun belum benar-benar maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista saat dihubungi menyampaikan, alasan belum diizinkannya para pedagang berjualan di pantai adalah karena akan dilakukan penataan stan tempat berjualan agar mengikuti standar protokol kesehatan. Penataan area pedagang ini akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

“Mengingat banyaknya jumlah pedagang dengan kemungkinan risiko penularan yang tinggi, maka aktivitas berjualan di pantai pun belum diizinkan hingga saat ini. Di samping itu juga menunggu penataan,” tuturnya.

Ia menambahkan untuk pedagang yang berada di pesisir Pantai Kuta, pihaknya mengaku belum berani untuk membukanya kembali secara bersamaan. Sebab, perlu pengaturan jarak. Dari catatan yang ada jumlah pedagang tersebut berjumlah 1.169 orang.

Disinggung soal penerapan protokol kesehatan untuk wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta, Wasista mengaku terus memberikan arahan kepada pengunjung untuk tetap menerapkan pola physical distancing dan wajib menggunakan masker guna mengantisipasi penularan Covid-19. (dar).