JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
GIANYAR-fajarbali.com | Desa Sidan, Kecamatan Gianyar sudah menyandang predikat desa wisata sejak hampir 10 tahun lalu, saat desa wisata pertama kali dikembangkan. Namun perkembangannya hanya beberapa saat, mengingat jalur Desa Sidan hanya merupakan jalur transit, sehingga hanya lebih banyak dilewati saja oleh wisatawan yang ingin ke Kintamani. 


Agar desa wisata tersebut berkembang, Perbekel Desa Sidan mengembangkan lebih jauh potensi desa, sehingga tidak hanya menyandang predikat desa wisata saja. Sebelumnya potensi yang dikembangkan hanyalah Stage Sidan dan kerajinan pandai besi termasuk kerajinan lain. Sehingga potensi ini kurang memiliki daya tarik. “Akhirnya saya berpikir lain, mengembangkan desa wisata yang belum dikembangkan oleh desa lain,” jelas Perbekel Sidan, Wayan Sukra Suyasa.


Desa wisata yang dikembangkan adalah Desa Wisata Bali Kuno, yang mana beberapa objek yang ada di desanya merupakan peninggalan sejarah. Salah satu objek yang dijadikan maskot adalah Puri Sidan. Puri ini hanya sebagian kecil mengalami perubahan, selebihnya masih utuh ukiran kuno khas Gianyar. Objek wisata lainnya adalah tulisan kuno di Bukit Camplung, yang letaknya dibelakang Pura Desa Sidan. “Pura Dalem Sidan juga memiliki relief kuno, sehingga layak menjadi obyek wisata,” jelasnya. 

 

Objek lainnya adalah Cagar Budaya Bukit Telaga dan Penglukatan Tirta Empul. Dijelaskan Penglukatan Tirta Empul memikiki tracking yang baik sambil berjalan kaki di areal persawahan. “Saat ini sedang dalam penataan, kami usahakan di Tahun 2021 sudah launching,” terangnya. Sedangkan untuk fasilitas parkir di pusatkan di Stage Sidan dan di beberapa obyek yang ada. Sedangkan fasilitas lain yang masih perlu dibenahi adalah toiltet dan perbaikan akses. “Anggaran yang kami siapkan melalui APBDes 2021, dan penataan dimulai Tahun 2020 ini,” jelasnya optimis. 
 

Selain itu, persiapan promo melalui Medsos dan promo di web akan dilakukan nanti, sehingga desa wisata yang dikelola nanti benar-benar profesional. Disamping itu, Stage Sidan tetap dimanfaatkan untuk mendukung desa wisata dan memanfaatkan potensi kerajinan di desa setempat. (sar)