JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Penjualan hewan kurban jelang Idul Adha di tengah pandemi Covid-19 ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Penurunannya terbilang drastis. Para pedagang hewan kurban mengeluhkan penurunan tersebut. Biasanya, sepekan sebelum Idul Adha sudah 70-100 ekor hewan kurban yang sudah terjual maupun sudah dipesan. Namun, kali ini baru 20 ekor saja yang bisa terjual. Kondisi ini akibat menurunnya ekonomi serta lesunya daya beli masyarakat yang tak lepas akibat pandemi Covid-19.

Seperti yang dirasakan pedagang hewan kurban, Hadromi. Ia mengeluhkan puluhan sapi dan kambingnya masih banyak di dalam kandang yang belum terjual. “Pengaruh banget saat ini. Menurun banget sekarang enggak seperti tahun kemarin. Biasanya minimal 70 ekor terjual sebelum lebaran, sekarang sih baru 20 ekor dan saya juga sediakan hewan kurban sedikit,” kata Hadromi, Rabu (29/7).

 

Pihaknya mengaku, banyak konsumen yang membatalkan membeli sapi atau kambing. Faktornya masalah kesulitan ekonomi calon pembeli di masa pandemi. “Yang jelas dulu kan orang-orang pada nabung, masjid-masjid pada nabung untuk beli sapi atau kambing. Sekarang kan gak bisa karena alasan ekonomi. Orang kerja juga kan pada di PHK. Sebelum hari raya biasanya juga ada yang beli untuk hajatan. Di sini banyak orang yang batal beli,” ujarnya sembari berharap penjualan hewan kurban akan kembali pulih setelah melewati masa pandemi Covid-19.

 

Sama halnya dengan Hadromi, pedagang hewan kurban lainnya yakni Ahmad Faizin juga mengeluhkan lesunya penjualan hewan kurban di tengah pandemi ini. Pihaknya mengaku, pada tahun-tahun sebelumnya penjualan hewan kurban sudah mulai ramai sejak 2 minggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Namun, karena adanya wabah pandemi Covid-19 ini, pemesanan maupun penjualan sangat sedikit dan merosot.

 

“Kalau tahun-tahun sebelumnya penjualan lumayan tinggi. 2 minggu sebelum hari raya penjualan hewan kurban biasanya sudah mencapai 70 ekor bahkan lebih. Sementara untuk saat ini penjualan menurut drastis hanya berkisar 20-30 ekor saja," ungkapnya.

 

Menurutnya, penurunan pembelian hewan kurban pada tahun ini dikarenakan para pembeli lebih selektif dan berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Sebab, saat pandemi ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan yang berakibat pada menurunnya daya beli.

 

“Ekomomi masyarakat saat ini memang lagi turun, jadi wajar jika daya beli mereka juga tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, penurunan penjualan hewan kurban juga dipengaruhi pada mereka yang tahun ini tidak melaksanakan kurban,” katanya.

 

Ditanya soal harga hewan kurban, Ahmad Faizin mengaku masih sama seperti tahun lalu. Tidak ada kenaikan harga yang signifikan. (dar).