JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Kerja keras Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk meningkatkan nilai jual garam Kusamba mulai membuahkan hasil. Setelah tiga tahun bergulat dengan persoalan perizinan, kini garam beryodium dengan label "Uyah Kusamba Gema Santi" tersebut siap dipasarkan.

Kamis (2/7/2020) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta pun menggelar pertemuan dengan para petani garam Kusamba. Mereka duduk bersama untuk menyatukan persepsi terkait harga. Di samping juga menggugah generasi muda agar meneruskan profesi yang kian ditinggalkan tersebut.

Pertemuan yang dilangsungkan di Kantor Perbekel Kusamba ini dihadiri oleh 17 orang petani garam. "Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai harga jual dari garam beryodium Kusamba yang akan di pasarkan ke pasar, toko, dan juga supermarket," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Wayan Durma.

Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menjelaskan, pemasaran “Uyah Kusamba Gema Santi” tidak hanya fokus pada jumlah penjualan. Tetapi yang lebih penting adalah memberi apresiasi kepada para petani. Sehingga dapat merasakan keuntungan atas jerih payahnya selama ini. Kelak, tidak hanya memfasilitasi pemasaran garam, Bupati Suwirta juga berkomitmen untuk mengkolaborasikan antara teknologi produksi garam dengan pariwisata.

"Saya tidak ingin petani garam bekerja berat tetapi tidak mendapatkan hasil. Garam kusamba dapat menjadi tuan di rumah sendiri dan menjadi kebanggaan masyarakat Klungkung,” ujarnya.

Setelah melalui diskusi yang panjang, dalam pertemuan tersebut akhirnya diputuskan bahwa garam buatan petani akan dibeli dengan harga Rp10.000 per kilogram. Selanjutnya, setelah dikemas dan diolah menjadi garam beryodium akan dijual dengan harga Rp5.000 per 250 gram. Selain fokus pada persoalan harga, dalam kesempatan tersebut Bupati Suwirta juga menyampaikan upayanya untuk menggugah generasi muda agar bersedia berkecimpung dalam pembuatan garam. Mengingat petani garam yang ada saat ini, semuanya sudah berusia lanjut.

"Saya akan membantu menumbuhkan minat generasi muda dalam hal memproduksi dan memasarkan garam kusamba," imbuhnya.

Sementara, Ketua Kelompok petani garam Sarining Segara, Mangku Rena mengatakan saat ini anggota kelompoknya hanya tersisa 17 orang. Padahal sebelumnya mencapai 30 orang. Banyak anggota yang 'pensiun' karena persoalan umur dan juga kehilangan lahan pembuatan garam akibat abrasi. "Generasi muda sama sekali tidak ada. Setiap hari pembuat garam memang harus kepanasan kayak ikan teri. Kalau tidak berani kepanasan tidak punya garam," lirihnya.

Terkait program yang diluncurkan oleh Pemda Klungkung ini, Mangku Rena tentu sangat mendukung. Lantaran kini ia dan petani garam yang lain tidak khawatir lagi dengan penjualan. Mengingat pemerintah yang bekerjasama dengan koperasi sudah memastikan harga garam Rp10.000 per kilogram. "Kalau ada program ini kan harga garam bisa dijamin stabi," terangnya.(dia).