JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Seorang warga asal Banjar Mungguna, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Rabu (1/7/2020) dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Tim penanganan jenazah Covid-19 diterjunkan lantaran warga tersebut sempat kontak dengan anaknya yang positif Covid-19. Sebelum meninggal, warga berjenis kelamin perempuan ini berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dan sedang menjalani masa isolasi mandiri di rumahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, Made Adi Swapatni tak menampik adanya salah seorang warga Tihingan yang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Namun, penyebab kematiannya belum dapat dipastikan, apalagi yang bersangkutan bukan pasien Covid-19. Meski demikian, pemakaman tetap dilakukan sesuai protokol Covid-19, mengingat semasa hidupnya ia sempat kontak dengan anaknya yang positif Covid-19 dalam sebuah acara adat.

"Karena sempat kontak erat dengan penderita Covid-19 dan belum sempat mengikuti tes, maka tata kelola penguburannya dilakukan sesuai protokol Covid-19," jelasnya.

Hal senada juga diungkap oleh Diretur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma. Disampaikan bahwa warga yang meninggal tersebut memang sempat kontak dengan warga yang positif Covid-19. Sehingga ia berstatus OTG dan diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumah. Rencananya, warga Tihingan ini akan mengikuti rapid test massal pada Selasa (30/6/2020) lalu, tapi sebelum test dilakukan warga tersebut sudah meninggal.

Pasca kematian warga tersebut, jenazahnya dibawa ke RSUD Klungkung. Selanjutnya dilakukan pemulasaraan jenasah. Saat itu, petugas rumah sakit juga mengambil sampel untuk swab test. Meski sudah meninggal, dr. Kesuma mengatakan pengambilan sampel tetap bisa dilakukan asalkan kurang dari enam jam sejak kematian. "Swabnya sudah diambil, tapi hasilnya belum keluar," ujarnya.

Sementara, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, jumlah kasus positif Covid-19 di Desa Tihingan terbilang cukup tinggi. Data terakhir pada Selasa (30/6/2020), tercatat ada 14 orang warga Desa Tihingan yang positif Covid-19. Sedangkan untuk pemakaman dengan protokol Covid-19 tercatat sudah dua kali dilakukan. Sebelumnya, pada Minggu (21/6/2020) lalu, seorang warga asal Banjar Jro Agung Klod, Desa Gelgel yang memiliki riwayat penyikit kronis dan terkonfirmasi positif Covid-19 juga dimakamkan oleh petugas yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) di setra Bugbugan. (dia).