JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Sempat tertunda karena pandemi Covid-19, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung kini memulai kegiatan vaksinasi anjing massal. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, vaksinasi tak lagi dipusatkan di balai banjar.

Tim terjun melakukan penyisiran dan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengindari terjadinya kerumunan. Vaksinasi massal ini akan dilangsungkan hingga Agustus mendatang.

Kamis (25/6/2020) Kepala Dinas Pertanian Klungkung, IB Juanida menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi anjing tahun ini mundur dari jadwal. Seharusnya sudah dilakukan pada Bulan April-Mei lalu. Tetapi, karena pandemi Covid-19 yang mengharuskan sosial distancing dan juga physical distancing, vaksinasi pun baru dapat digelar mulai bulan ini. Sistemnya, petugas tidak lagi menunggu kehadiran warga di Balai Banjar, melainkan langsung terjun ke rumah-rumah warga.

Dengan berbekal data dan juga koodinasi dengan aparat desa, tim mulai menyisir rumah-rumah warga yang memelihara anjing. Tahun ini Dinas Pertanian menyediakan 14.000 vaksin rabies. Vaksinasi sudah dimulai sejak Senin (22/6/2020) lalu dan sasaran utamanya adalah wilayah Desa Dawan Klod. "Sekarang kita lakukan pelayanan lebih banyak ke rumah-rumah, tidak lakukan pengumpulan warga di banjar. Kita jalan saja dari rumah ke rumah diantar oleh aparat desa. Aparat desa kan tahu posisi warganya yang memelihara anjing," terangnya.

Walaupun mengubah pola vaksinasi menjadi door to door, IB Juanida memastikan pihaknya tidak melakukan penambahan petugas. Sebaliknya, justru periode pelaksanaan vaksinasi yang diperpanjang. Jika tahun sebelumnya hanya dua bulan, kini diperpanjang menjadi tiga bulan. Yakni dari Juni-Agustus mendatang.

Lebih lanjut disampaikan, untuk kasus anjing rabies tahun ini terbilang landai. Meskipun kasua gigitan tetap ada, namun tak setinggi tahun lalu. Demikian juga dengan keberadaan anjing liar. Pihaknya mengatakan, titik-titik yang banyak anjing liarnya masih berada di kawasan pasar dan juga pantai. "Kalau anjing liar masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Belum kelihatan meningkat atau menurun. Lokasinya juga masih banyak di pasar dan pantai," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, kasus anjing rabies justru kembali muncul di Kabupaten Klungkung. Menurut Kabid Keswan Dinas Pertanian Klungkung, AA.Arnawa, kasus gigitan anjing rabies muncul sejak Bulan Januari. Tercatat sejak Bulan Januari-Juni, sudah ada 8 kasus gigitan anjing rabies. Tersebar di Desa Dawan Klod, Dawan Kelar, Besan, dan juga Takmung. Kasus di Desa Besan itu terjadi tanggal 4 lalu, ada seorang odah (nenek) yang tergigit di Banjar Kanginan. Anjing ini lalu dikejar oleh warga dan berhasil dibunuh. Kemudian petugas mengambil sampel otaknya dan ternyata hasilnya anjing itu positif rabies. Sedangkan kasus di Dawan Klod terjadi pada awal Bulan, kemudian di Takmung anjing pungut yang kemudian rabies.

Gigitan anjing rabies yang terbaru terjadi pada Sabtu (6/6) lalu. Seorang warga asal Desa Selat, Klungkung digigit anjing saat berkunjung ke rumah kerabatnya di Banjar Kanginan, Desa Selisihan, Klungkung. Naasnya, setelah diambil sampel dan dicel lab ternyata anjing tersebut positif rabies. (dia).