JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Rapid test massal yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung terhadap pedagang dan petugas Pasar Galiran sejak Senin (22/6/2020) menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan.

Di hari pertama, dari 712 yang ditest sebanyak 72 orang dinyatakan reaktif. Namun, mereka ternyata tidak hanya berasal dari Kabupaten Klungkung. Tercatat ada sekitar 15 orang reaktif yang berasal dari kabupaten lain, seperti Karangasem.

Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, I Nyoman Suwirta pun tak menampik hal tersebut. Selasa (23/6), Bupati Suwirta menyampaikan rapid test memang dilakukan terhadap seluruh pedagang di Pasar Galiran. Tentu saja, para pedagang tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Klungkung. Oleh karena itu, pihaknya tidak terkejut disaat sejumlah pedagang dari luar Klungkung dinyatakan reaktif.

"Rapid kemarin memang kita lakukan terhadap pedagang pasar yang tidak hanya berasal dari Klungkung. Memang kita temukan sekitar 15 dari luar Klungkung yang reaktif. Itu sudah langsung kita lanjutkan dengab swab. Artinya niat baik kita di Kabupaten Klungkung tidak lihat warga dari kabupaten mana tapi mereka juga ikut berikan kontribusi pada pasar. Karena itu, kewajiban kita lakukan swab juga," jelasnya.

Namun, pelayana kesehatan yang dilakukan oleh Pemda Klungkung hanya sebatas pada memfasilitasi test swab. Jika nanti, hasil swab menunjukkan ada pedagang luar Klungkung yang positif, maka nanti datanya akan dialihkan ke kabupaten yang bersangkutan. Tak hanya data, tetapi juga lokasi perawatan ataupun karantina juga sepenuhnya diserahkan kepada kabupaten yang berwenang.

"Terlepas nanti ada yang positif tentu datanya kami kembalikan ke kabupaten lain tersebut. Termasuk perawatanya juga. Kalau isolasinya di kabupaten silakan di kabupaten kalau di provinsi silakan juga," tegasnya.

Sementara, di hari kedua penutupan Pasar Galiran, rapid test tahap kedua juga kembali dilanjutkan di area terminal. Hanya saja, antusiasme pedagang untuk mengikuti rapid test gelombang kedua ini cenderung menyusut. Terlihat dari data kehadiran para peserta rapid. Dari 659 peserta yang dijadwalkan, hanya 409 yang hadir. Berarti ada 250 orang pedagang lagi yang 'mangkir' tidak mengikuti rapid test. Untuk hasil, dari 409 orang tercatat 30 diantaranya reaktif. Petugas pun langsung melakukan swab terhadap 30 orang tersebut. Selain rapid, kemarin petugas dari Dinas Kesehatan juga melakukan swab test terhadap 61 orang yang sempat kontak erat dengan warga positif Covid-19.

Untuk pedagang-pedagang yang tidak hadir untuk dirapid test, Bupati Suwirta telah menyiapkan test susulan. Tapi lokasinya di GOR Swecapura. Rapid test ini inipun menjadi syarat mutlak bagi para pedagang agar tetap mendapat izin berjualan di Pasar Galiran. (dia).