JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Seiring terus bertambahnya transmisi lokal Covid-19, kapasitas ruang perawatan di RSUD Klungkung pun kian mengkhawatirkan.

Saat ini tiga ruangan sudah dialihkan menjadi tempat isolasi pasien positif Covid-19. Kapasitasnya hanya cukup untuk 60 pasien, sedangkan sudah terisi sebanyak 46 orang. Apabila pasien melebihi kapasitas tersebut,  RSUD sudah memastikan tidak lagi menambah ruang isolasi. Jika itu dilakukan, maka RSUD Klungkung terancam tidak bisa menerima pasien lain selain pasien Covid-19.

Selasa (23/6/2020), Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma menjelaskan, sejak tanggal 2 Juni lalu pasien positif Covid-19 terus bertambah. Semula pihaknya hanya menyiapkan 2 ruang isolasi, yakni di basment dan ruang Kedongdong. Namun, saat ini kedua ruangan tersebut sudah penuh, sehingga RSUD harus menambah ruang isolasi dengan mengalihfungsikan Ruang Jambu. Total kapasitas ketiga ruangan tersebut sebanyak 60 tempat tidur.

"Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Klungkung sejak 2 Juni sebanyak 51 orang. Terdiri atas 46 terkonfirmasi positif Covid-19 dan 5 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," ungkap dr. Kesuma.

Dengan adanya 46 pasien positif tersebut, maka sisa tempat tidur yang tersedia untuk pasien positif Covid-19 di RSUD Klungkung hanya 14 saja. Jika terus terjadi penambahan pasien hingga melebihi kapasitas, maka pihaknya segera akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Klungkung. Mengingat, RSUD sudah tidak bisa lagi menambah ruang isolasi. Seluruh ruang yang terletak di blok selatan sudah terpakai untuk pasien Covid-19. Jika diharuskan menambah ruang isolasi, maka otomatis pihaknya harus menggunakan ruang di blok tengah.
Hal itu tentu akan berdampak pada ruang rawat inap untuk pasien lain di luar Covid-19.

"Kalau pasien positif terus bertambah, nanti Diskes yang akan mengatur apakah dialihkan ke provinsi atau bagaimna. Karena ini sudah maksimal, blok selatan sudah terpakai semua. Kalau paksakan tambah ruangan berarti kita pakai ruangan di blok tengah. Kalau begitu, nanti kita tidak bisa terima pasien di luar Covid-19," ujarnya cemas.

Selain kapasitas ruang isolasi yang mengkhawatirkan, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) level 3 yang dikenakan para tenaga kesehatan juga makin menipis. Sebelumnya, RSUD Klungkung dikatakan sudah melakukan pengadaan APD hingga sampai Bulan Juli mendatang. Hanya saja, karena pasien terus bertambah dan ada ruang isolasi baru, APD yang harus digunakan juga semakin banyak. Dikatakan, dalam sehari untuk satu orang perawat yang bertugas di ruang isolasi bisa menghabiskan 20 APD. Oleh karena itu, dr. Kesuma berencana untuk segera melakukan pengadaan APD lagi.

Lebih lanjut terkait tenaga medis, RSUD Klungkung juga menambah 20 orang. Yang mana sebelumnya hanya 43 orang kini menjadi 63 orang. Tim intinya terdiri atas 1 orang spesialis paru, 2 spesialis penyakit dalam, serta 2 orang spesialis anak. Keberadaan spesialis anak juga menjadi kunci utama, mengingat dari 46 pasien positif yang dirawat, 6 orang diantaranya merupakan anak-anak. "Untuk penyakit di luar itu, kalau ada pasien hamil dengan covid nanti dikonsulkan ke spesialis obgin. Kalau kecelakaan kita konsulkan ke spesialis bedah atau ortopedi," tutupnya. (dia).