JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Sesuai rencana, mulai Senin (22/6/2020) aktivitas di Pasar Galiran, Klungkung ditutup total. Hal ini dilakukan untuk menekan laju transimisi lokal yang kian mengkhawatirkan. 

Selama pasar ditutup, para pedagang pun menjalani rapid test secara bertahap. Rapid test tahap pertama yang dilangsungkan di area terminal pasar, diikuti sekitar 712 pedagang dan petugas pasar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 orang diantaranya hasilnya reaktif.

Sejak pukul 08.00 Wita ratusan pedagang nampak sudah memadati area terminal Pasar Galiran. Demikian juga dengan petugas dari Dinas Kesehatan Klungkung sudah siaga dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Agar tak terjadi desak-desakan, para pedagang lantas diarahkan untuk mengantri menjadi lima barisan. Selanjutnya satu per satu didata oleh petugas dan diambil sampel darahnya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, I Nyoman Suwirta juga hadir memantau jalannya rapid test massal tersebut. Menurutnya, selama tiga hari Pasar Galiran ditutup, selama itu pula rapid test akan dilakukan secara bertahap. Pertama menyasar sekitar 712 pedagang, Selasa (23/6/2020) hari ini akan dilanjutkan dengan sasaran 500 pedagang, terakhir Rabu (24/6/2020) juga akan dilakukan kegiatan serupa. Sehingga saat pasar dibuka lagi pada Kamis (25/6/2020) seluruh pedagang tetap yang jumlahnya lebih dari 1.500 orang ditarget sudah dirapid test.

"Target kami selama penutupan pasar tiga hari ini, pedagang tetap di Pasar Galiran yang jumlahnya lebih dari 1.500 orang pedagang semuanys tuntas menjalani rapid test," ujarnya.

Menurut Suwirta, rapid massal ini dilakukannya karena sebelumnya ditemukannya sejumlah seorang pedagang yang positif Covid-19 dan jumlahnya terus berkembang. Katanya akan sangat berbahaya jika ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak terdata di pasar. Sehingga diputuskan untuk melakukan rapid test secara massal.

Selain rapid test, di hari yang sama 87 pedagang Pasar Galiran juga menjalani swab test. Hal ini difokuskan pada pedagang-pedagang yang sempat kontak dengan pasien Covid-19. "Dengan langkah ini, semoga penyebaran Covid-19 di Kabupaten Klungkung dapat kita kendalikan," harapnya. Usai menjalani rapid dan swab test, para pedagang diminta untuk kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan untuk hasilnya, nanti akan diumumkan oleh UPT Pasar.

Selain melakukan rapid dan swab test secara bertahap kepada seluruh pedagang dan petugas, Pasar Galiran juga akan disterilisasi. Sterilisasi dilakukan dengan penyemprotan diseluruh area pasar dengan menggunakan cairan pembersih lantai yang dicampur dengan cairan desinfektan. “UPT Pasar juga sudah kami tugaskan untuk menyiapkan tempat cuci tangan sebanyak 25 unit, menyiapkan jalur sirkulasi pembeli serta penertiban barang dagangan sehingga tidak mempersempit lorong yang menyebabkan terjadi desak-desakan di dalam pasar,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Made Adi Swapatni menyampaikan, dari 712 pedagang dan petugas pasar yang menjalani rapid test, sebanyak 72 orang diantaranya reaktif. "Jumlah yang dirapid 712 orang sedangkan yang reaktif 72 orang dan sudah langsung diswab," ujarnya. (dia).