JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

 

SEMARAPURA - fajarbali.com | Setelah 20 tahun melawan penyakit stroke, mantan Bupati Klungkung periode 1983-1993, dr. Tjokorda Gde Agung tutup usia, Sabtu (30/5/2002). Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di Puri Agung Klungkung. Mengingat pandemi Covid-19 yang belum berlalu, upacara pelebon almarhum pun akan dilangsungkan tiga atau empat bulan mendatang. 

Dalam suasana berkabung, Penglingsir Puri Klungkung, Ida Dalem Smaraputra menuturkan, berpulangnya almarhum yang juga merupakan kakak sulung Ide Dalem tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Ketika itu, salah seorang pembantu hendak membangunkan almarhum, namun beliau sudah didapati tak bergerak di tempat tidurnya. Melihat kondisi tersebut, pihak puri pun lantas menghubungi petugas medis. Namun, saat diperiksa oleh petugas yang datang, Bupati Klungkung ke-4 ini sudah dinyatakan meninggal dunia. 

Semasa hidup, almarhum dr. Tjokorda Gde Agung yang dikenal sebagai pencetus pembangunan Monumen Puputan Klungkung ini dikatakan memang memiliki riwayat penyakit stroke. Bahkan penyakit tersebut sudah diderita sejak tahun 2000. Selama itu, almarhum yang meninggalkan seorang istri dan empat orang anak ini menjalani rawat jalan. Secara rutin, setiap bulan harus kontrol ke salah satu rumah sakit di Denpasar. Namun, sejak 5 tahun terakhir kondisi almarhum mulai memburuk. Tidak sanggup berkomunikasi lagi, bahkan seminggu sebelum wafad, almarhum tidak mau makan apa-apa. 

"Tidak ada pesan yang disampaikan oleh almarhum, karena sudah lima tahun tidak dapat berkomunikasi lagi. Seminggu sebelum meninggal, ia juga sudah tidak bisa makan apa-apa," ujar Ida Dalem Smaraputra.

Sesuai keputusan bersama, saat ini jenazah almarhum akan disemayamkan di Puri Agung Klungkung. Mengingat adanya pandemi Covid-19, sehingga prosesi pelebon belum dapat dilangsungkan. Sesuai rencana, pelebon akan digelar tiga atau empat bulan mendatang. "Karena masih ada Covid-19, pelebon akan kami langsungkan tiga atau empat bulan lagi. Tunggu sampai kondisi membaik," ujar Ide Dalem. Meski demikian, untuk kerabat ataupun masyarakat yang ingin melayat tetap diizinkan. Namun, jumlahnya dibatasi dan setiap pelayat wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19. 

Sementara, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta seusai menghadiri acara sosial di Puri Agung Klungkung juga sempat melihat jenazah almarhum. Bupati Suwirta menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita atas berpulangnya salah satu putra terbaik Klungkung. “Kami turut beduka cita atas meninggalnya salah satu putra terbaik Klungkung. Semoga beliau mendapat tempat terbaik disisiNya,” doa bupati.

Sementara itu, pemimpin Klungkung dari masa ke masa yakni Ida I Dewa Agung Gede Oka Geg (Regen Klungkung 1929-1958/Bupati Klungkung 1958-1960), Tjokorda Anom Putra (Bupati Klungkung 1960-1972), Letkol. Pol. Tjokorda Gde Agung (1972-1983), dr. Tjokorda Gde Agung (1983-1993), Drs. Ida Bagus Oka (1993-1998), Ir. Tjokorda Gde Ngurah (1998-2003), DR. I Wayan Candra, SH.,MH (2003-2013) Tjokorda Gede Agung, S.Sos (Wakil Bupati Klungkung 2008-2013/Dilantik menjadi Bupati Klungkung pada 16 Oktober 2013), I Nyoman Suwirta (2013-sekarang). (dia).