JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Meski pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berlalu, namum Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai mempersiapkan diri menuju new normal atau tatanan baru kehidupan. Kamis (28/5/2020), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta telah menyusun sejumlah skenario new normal yang didagang-gadang akan dimulai pada tanggal 1 Juni mendatang. Sektor pendidikan dan pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama. 

 


Bupati asal Nusa Ceningan ini menyampaikan, bidang pendidikan menjadi fokus Pemkab Klungkung lantaran saat new normal mulai digulirkan proses belajar mengajar di sekolah akan dibuka kembali. Oleh karena itu, kesiapan fasilitas kesehatan di setiap sekolah dinilai sangat penting. Mulai dari ketersedian wastafel yang sebanding dengan jumlah siswa. Hingga kelengkapan masker hingga penerapan pola hidup bersih di sekolah. 

"Kita siapkan segala sesuatunya agar benar-benar siap. Sekolah-sekolah wajib siapkan wastafel. Ini akan saya cek ke masing-masing sekolah," ujarnya. 

Di samping itu, untuk program angkutan siswa gratis juga turut dirombak. Masing-masing angkutan hanya diperbolehkan mengangkut 50 persen muatan dari kapasitas yang ada. Di samping itu seluruh sopir akan dirapid test terlebih dahulu. "Siswa-siswa yang pakai angkutan siswa gratis benar-benar harus dibagi dua. Semua sopir juga wajib di rapid test. Saya sudah siapkan 110 rapid test untuk sopir angkutan siswa gratis," ungkapnya seraya memastikan untuk upah para sopir tetap akan dibayar full. 

Tak hanya pendidikan, sektor lain yang menjadi prioritas Bupati Suwirta untuk menyambut new normal adalah pemulihan perekonomian. Dimulai dari jam operasional pasar yang secara bertahap akan diberlakukan secara normal. Langkah awal, jam buka yang sebelumnya dimulai pada pukul 07.00 Wita, saat new normal akan dimajukan menjadi pukul 06.00 Wita. "Untuk pasar jam bukanya maju sejam dulu, secara bertahap sampai nanti benar-benar siap," ujarnya. 

Sementara untuk aktivitas para ASN yang selama pandemi bekerja dari rumah, Bupati Suwirta mengatakan belum menyiapkan skenario khusus. Pihaknya masih menunggu arahan baik dari pusat maupun provinsi. Namun, jika memang harus kembali beraktivitas di kantor, maka seluruh kesiapan protokol kesehatan benar-benar wajib tersedia. Seperti wastafel di seluruh perkantoran dan juga semua ASN wajib mengenakan masker. 

"Kalau semua harus ngantor kesiapan pendukung tempat cuci tangan harus ada dan wajib pakai masker. Untuk ASN kita tunggu dulu, saya masih tinjau ke lapangan untuk susun new normal ini (bagi ASN) bagaimana," jelasnya. 

Hal yang sama juga berlaku untuk objek wisata. Hingga saat ini belum diputuskan apakah objek wisata yang ada di Klungkung akan dibuka kembali saat new normal atau tidak. Bupati Suwirta mengaku akan melakukan new normal pada sektor pariwisata secara bertahap. Mengingat dibutuhkan kesiapan baik fasilitas penunjang kesehatannya dan juga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing objek wisata. (dia).