JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Klungkung sejak beberapa hari terkahir telah memporak-porandakan tempat pembuatan garam di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung. Akibatnya, tujuh petani garam di pesisir pantai tersebut tak bisa beraktivitas lagi. Bahkan ombak besar tak hanya menghancurkan tempat pembuatan garam tetapi juga merusak gubuk-gubuk yang ditempati warga. 

 


Menyikapi situasi tersebut, Kamis (28/5/2020) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta meninjau langsung ke lokasi. Bupati juga sempat berbincang dengan salah seorang petani garam, I Ketut Kaping (50). Pria paruh baya tersebut menuturkan, saat kejadian ombak besar tiba-tiba saja menerjang. Hingga para petani tak sempat menyelamatkan alat-alat yang digunakan untuk membuat garam. Spontan mereka hanya berlari menjauh dari bibir pantai. 

"Semua peralatan dan tempat penggaraman rusak dihantam ombak, saya tidak bisa bekerja lahan juga tergerus ombak," kisah Kaping. 

Usai mendengar penuturan warga, Bupati Suwirta akan berupaya, agar secepatnya para petani bisa membuat garam lagi. Apalagi kegiatan tersebut menjadi satu-satunya mata pencaharian warga pesisir. Di samping itu, saat ini Pemkab Klungkung juga sedang mengembangkan produksi garam Kusamba. Yang mana pemasaran garam Kusamba beryodium dalam bentuk kemasan sudah mulai dilakukan. "Tetap semangat kejadian ini tidak bisa kita duga, semoga situasi mulai normal dan bisa bekerja menghasilkan garam untuk dijadikan garam beryodium lagi," ujar Bupati Suwirta memotivasi. 

Selain menyemangati para petani garam, Bupati Suwirta juga memastikan pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada tujuh petani garam yang terdampak. Bantuan yang rencananya akan diserahkan Jumat (29/5/2020) hari ini, diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para petani garam untuk memperbaiki alat maupun gubuk yang rusak karena diterjang ombak

"Tadi ada tujuh petani garam yang akan kita bantu. Bantuannya berupa uang tunai. Kita berharap bantuannya nanti bisa dipakai beli asbes atau yang lainnya untuk memperbaiki kubu yang rusak," papar bupati asal Ceningan ini. 

Lebih lanjut, bupati juga akan berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penanggunan pengaman pantai di sepanjang lahan pembuatan garam. Tak lupa, Bupati Suwirta juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, agar tetap berhati-hati di kala cuaca ekstrim. (dia)