JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Pandemi Covid-19 mulai berdampak terhadap daya beli masyarakat. Di Pasar Galiran, Klungkung buktinya, pasokan sejumlah kebutuhan pokok melimpah, sedangkan permintaan konsumen menurun. Akibatnya Selasa (19/5/2020), harga beberapa komoditas pun terus merosot. Kecuali, daging ayam yang sejak beberapa pelan terakhir mengalami lonjakan harga cukup signifikan. 

 

Kasubag Perekonomian Setda Klungkung, Tjok I.A Wiradnyani menyampaikan memasuki pekan kedua Bulan Mei, harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami penurunan. Seperti Harga bawang putih di pasar Galiran sebelumnya harganya Rp25.000 per kilogram turun menjadi Rp 18.000 per kilogram. Demikian juga dengan harga cabai rawit merah yang mengalami penurunan harga dari Rp18.000 per kilogram turun menjadi Rp17.000 per kilogram. Komoditas telur ayam ras terpantau mengalami penurunan harga dari 19.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram. Bahkan harga gula pasir juga mengalami penurunan harga, padahal sejak Bulan Februari terus mengalami kenaikan harga. Saat ini harga bula pasir mengalami penurunan sebesar Rp.3.000 per kilogram menjadi 15.000 per kilogram.

Tjok I.A Wiradnyani menjelaskan, penurunan harga ini terjadi karena jumlah permintaan dari masyarakat tak setinggi sebelum pandemi Covid-19 melanda. Di tambah lagi dengan adanya panen raya sehingga pasokan melimpah. Di samping itu, kini pasokan kebutuhan pokok hanya fokus memenuhi kebutuhan rumah tangga, sedangkan distribusi ke rumah makan maupun restauran tak sebanyak sebelumnya. 

"Berdasarkan hasil pemantauan harga bumbu-bumbuan seperti cabai rawit merah, cabai merah besar, bawang putih cenderung mengalami penurunan harga karena pasokan ditingkat produsen cukup berlimpah. Harga cabai rawit merah mengalami penurunan karena pasokan cukup banyak dan permintaan cendurung menurun jika dibandingkan sebelum terjadinya wabah Covid-19. Permintaan berkurang karena produksi hanya diserap oleh rumah tangga sedangkan permintaan oleh restaurant dan rumah makan tidak banyak," bebernya. 

Terbalik dengan harga sejumlah komoditas yang turun, harga daging ayam justru mengalami lonjakan. Dikatakan, daging ayam ras harganya mengalami kenaikan sebesar Rp. 10.000 per kilogram dari Rp28.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Menurut Tjok I.A Wiradnyani, hal ini terjadi karena pasokan mulai berkurang sedangkan permintaan dari masyarakat mulai meningkat.

"Untuk memastikan ketersediaan pangan utamanya selama bulan Puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri ini kami akan berupaya untuk meningkatkan pemantauan terhadap penetapan zona dan pemberlakuan PSBB di daerah pemasok. Tentunya agar tidak berdampak pada kelancaran distribusi pangan," tegasnya. (dia).