JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Desa adat di Kabupaten Klungkung mulai bergerak untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Salah satunya, Desa Adat Gelgel. Apalagi saat ini, tercatat sudah ada dua pasien positif Corona di Kabupaten berjuluk gumi serombotan ini. Tak main-main, sejak Minggu (5/4/2020) Desa Adat Gelgel mulai memberlakukan jam malam. Jika ada yang melanggar, desa adat yang menangui tiga desa dinas tersebut sudah menyipakan sanksi berupa denda mencapai Rp500 ribu. 

 


Pemberlakuan jam malam disertai sanksi tersebut tercantum dalam perarem Desa Adat Gelgel nomor 002/Sk.Ben/DA-DTK/IV/2020 yang ditandatangani oleh Bendesa Adat Gelgel, Putu Gde Arimbawa tertanggal Kamis (2/4/2020) lalu. Ada sejumlah poin yang menjadi catatan penting. Diantaranya pembatasan jam aktivitas warga di Desa Adat Gelgel yang meliputi tiga desa dinas, yakni Desa Gelgel, Tojan, dan Kamasan. Aktivitas warga di luar rumah dibatasi mulai pukul 06.00-20.00 Wita. Lewat pukul 20.00 Wita, warga tidak diizinkan lagi melakukan kegiatan berpergian atau keluar rumah. 

Jika ada keperluan mendesak, seperti sakit, musibah, atau melahirkan, warga yang bersangkutan diizinkan ke luar rumah lewat pukul 20.00 Wita, tetapi harus mencari surat dispensasi dari Prajuru Desa Adat. "Intinya hal itu dilakukan untuk membatasi aktivitas krama desa. Krama boleh beraktivitas diluar rumah dari dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam," jelas Gde Arimbawa.

Jika ada krama desa yang melanggar perarem tersebut, maka sejumlah sanksi adat sudah disiapkan. Diantaranya, warga yang melanggar akan dikenai sanksi untuk meminta maaf kepada Desa Adat Gelgel saat sangkepan (rapat) prajuru dan kelian banjar se-Desa Adat Gelgel. Ketika itu, warga yang melanggar wajib untuk menyertakan pejati dengan sesari Rp100 ribu. Jika tetap ada krama desa yang maboya/mamengkung (meremehkan/tidak bisa diatur) maka dikenai sanksi "penyagsag wirasa" di Pura Desa/Pura Pusering Jagat dengan sarana upakara maguru piduka dan membayar denda Rp500 ribu. 

Selama perarem ini diberlakukan, maka petugas jaga baya akan melakukan pemantauan di seluruh wilayah Desa Adat Gelgel. Identitas para pelanggar akan dicatat dan dilaporkan kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada Prajuru Adat Gelgel. "Perarem ini sudah disahkan dan mulai diberlakukan sejak Hari Minggu tanggal 5 April 2020," tegasnya. (dia).