JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Tak berselang lama dari pengumuman kasus Covid-19 yang pertama, kini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Klungkung kembali merilis satu kasus postif tambahan. Kedua warga Klungkung yang dinyatakan positif ini sebelumnya memang sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan diisolasi di RSUD Klungkung. Sementara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Senin (6/4/2020) Dinas Kesehatan Klungkung langsung melakukan rapid test terhadap puluhan orang yang sempat kontak dengan pasien positif Corona tersebut. 

 


Rapid tes dilangsungkan di Gor Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung. Sejak pagi, petugas dari Dinas Kesehatan sudah bersiap mengambil sampel dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) lengkap. Seperti rapid test yang pertama, pengambilan sampel para Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) inipun dilakukan di area parkir di depan Gor. Mereka memasuki area parkir satu per satu dengan sepeda motornya, lalu petugas menghampiri ODP bersangkutan. Saat sampel diambil, para ODP masih berada di atas kendaraannya masing-masing. 

Bupati Klungkung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, I Nyoman Suwirta memantau langsung jalannya rapid test tersebut. Dengan mengenakan masker, Bupati Suwirta melihat dari kejauhan ODP yang sedang diambil sampelnya. "Langkah ini terus akan kita lakukan sebagai langkah pencegahan awal, agar semua orang ini bisa diberikan penanganan sejak awal, agar tidak menimbulkan dampak lebih parah," ujarnya. 

Apabila sepanjang rapid test yang dilangsungkan ada yang hasilnya positif, maka yang bersangkutan akan langsung diisolasi di RSUD Klungkung. Untungnya, dari 80 ODP dan OTG yang menjalani rapid test. Hasil keseluruhannya dinyatakan negatif. "Jikalau ada yang positif akan segera diisolasi di RSUD Klungkung," imbuh Bupati Suwirta. 

Lebih lanjut, Bupati asal Nusa Ceningan ini mengimbau agar tidak ada pihak-pihak yang membuat kegaduhan di masyarakat. Utamnya dengan informasi simpang siur yang dapat memicu kepanikan. Di samping itu, masyarakat Klungkung juga diminta untuk tidak menjustice para Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau siapapun yang datang dari luar negeri. "Dalam situasi seperti ini mari kita hadapi bersama dan ikuti arahan pemerintah," imbaunya. (dia).