JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Membendung penyebaran Virus Corona yang semakin masif, DPRD Kabupaten Klungkung mulai menyiapkan 'amunisi'. Senin (30/3/2020), pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) menggelar rapat khusus untuk membahas hal tersebut. Hasilnya, untuk menanggulangi Covid-19, DPRD Klungkung sepakat untuk memangkas sejumlah anggaran. Sehingga terkumpul Rp1.947.150.000 dan akan digelontorkan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) di RSUD Klungkung. 

 


Ketua DPRD Klungkung, A. A.Gde Anom seusai memimpin rapat menyampaikan, untuk memperoleh dana sebesar itu, ada lima anggaran kegiatan dewan di tahun 2020 yang dipangkas. Pertama, kegiatan penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana aparatur berupa pengadaan BBM sebesar Rp150 juta. Kedua, penyelenggaraan pengawasan pemerintah daerah. Meliputi kegiatan perjalan dinas dalam rangka adikasi pimpinan Rp312.300.000, perjalanan ke Nusa Penida untuk undangan-undangan Rp156.250.000. Ketiga, pembahasan rancangan Perda yakni kegiatan naskah akademik Rp100.000.000. Keempat, fasilitasi rapat-rapat Rp176.600.000. Kelima, perjalanan dinas ke luar daerah. 

Anggaran perjalanan dinas ke luar daerah ini merupakan yang paling banyak dipangkas. Meliputi, perjalanan dinas Pansus Rp200.000.000, undangan-undangan pimpinan Rp265.000.000, pengawasan ke Nusa Penida Rp337.000.000, serta konsultasi pimpinan Rp250.000.000. Sehingga jika ditotal seluruh anggaran kegiatan yang dipangkas mencapai Rp1.947.150.000.

"Kami persilahkan Pemkab menggunakan anggaran itu untuk menanggulangi penyebaran Virus Corona. Karena kita tahu di rumah sakit kita kekurangan APD masker dan lainnya," ujarnya.

Menurut politisi PDIP tersebut, saat ini RSUD Klungkung sangat membutuhkan APD. Apalagi dalam satu hari, minimal ada 15 APD yang digunakan dan dalam sebulan bisa mencapai 500 buah. Oleh karena itu, A.A Gde Anom sangat berharap anggaran yang sudah dikucurkan oleh dewan bisa diprioritaskan untuk pengadaan APD dan juga masker. Di samping juga pengadaan hand sanitaizer bagi masyarakat Klungkung.

Sementara untuk penanggulangan Covid-19 di tingkat desa, A.A Gde Anom meminta agar para Perbekel dan juga perangkat desa lebih proaktif. Menurutnya, jika masalah anggaran menjadi kendala, pihak desa disarankan untuk memanfaatkan dana desa. "Kalau kesulitan soal anggaran bisa gunakan dana desa itu sudah diperbolehkan," tegasnya. (dia).