JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Sejak Senin (16/3/2020) lalu, Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi 'merumahkan' pelajar dan juga para ASN. Meskipun demikian, nyatanya imbauan belajar dan bekerja di rumah ini tak sepenuhnya ditaati. Kamis (19/3/2020), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengingatkan agar masyarakat tidak maboya (meremehkan) imbauan tersebut. Tujuanya, bukan untuk menakut-nakuti ataupun membuat panik, sebaliknya untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona. 

 


Bupati Suwirta yang melakukan aktivitas melalui ruang kerjanya menyampaikan, sejatinya perberlakukan imbauan belajar atupun bekerja di rumah tidak perlu diawasi. Tetapi lebih pada kesadaran dan juga pengawasan dari diri sendiri. Katanya, apabila ada ASN di Pemda yang diimbau bekerja dari rumah tapi justru keluar dan melakukan kegiatan aneh-aneh, maka sejatinya ASN tersebut dikatakan tidak paham atas situasi yang sedang melanda dunia saat ini. Demikian juga dengan para guru, saat siswa belajar di rumah, guru tidak perlu mengawasi ke rumah-rumah. 

"Misalnya ASN Pemda disuruh kerja di rumah, tapi malah keluar atau malah aneh-aneh. Artinya mereka tidak paham dan bukan ASN yang baik. Apalagi kalau guru-guru, tugas untuk siswa bisa dikirim orang tuanya. Jangan sampai ada komunikasi dan sentuhan antara anak dengan guru. Kalau masih dilakukan, mereka tidakk paham apa yang terjadi sekarang," ujarnya. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Suwirta, lantaran dirinya sempat melihat melalui sosial media, ada guru yang memantau aktivitas siswa ke rumah-rumah. Mengetahui hal tersebut, bupati mengatakan sudah langsung menegur guru yang bersangkutan. "Tadi ada guru yang memantau siswanya, saya sudah larang. Jangan lakukan hal-hal bodoh," imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati Suwirta mengatakan apa yang dilakukan oleh pemerintah ini bukan untuk menakut-nakuti ataupun membuat suasana lebih panik. Oleh karena itu, masyarakat pun diharapkan tidak maboya atau menganggap remeh imbauan-imbauan pemerintah. Sebaliknya, justru apapun imbauan harus ditaati. Sehingga mata rantai penularan Virus Corona bisa diputus. Dirinya mengingatkan, jangan sampai karena maboya, kondisi justru menjadi semakin buruk.

"Jangan ada yang maboya istilah Balinya. Merasa saya sehat, saya tidak mungkin tertular. Karena kita tidak tahu di mana virusnya berada. Jadi jangan maboya dan buat segala sesuatu jadi remeh. Kasus di Italy contohnya, ratusan meninggal setiap hari karena lambat melakukan proteksi diri," ungkapnya seraya meminta agar jajaran OPD memberi contoh, yang bekerja di kantor juga diminta tak wara-wiri. 

Tak lupa bupati asal Ceningan ini berharap semua masyarakat Klungkung mentaati aturan yang disampaikan pemerintah. Demikian juga dengan imbauan terkait Hari Raya Nyepi. Bupati yakin, semua imbauan sudah didasarkan atas keputusan bersama dan untuk tujuan yang baik. "Saya harap masyarakat taati semua imbauan dari pemerintah. Yakinlah apa yang dilakukan pemerintah, jangan buat polemik dan melawan imbauan. Kalau kerja di rumah di rumah dengan baik," tutupnya. (dia).