JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Sejak beberapa hari terakhir pengunjung Pasar Galiran, Klungkung resah. Menyusul maraknya aksi pencurian barang belanjaan milik warga yang digantungkan di sepeda motor. Hal inipun sempat dikeluhkan sejumlah korban di media sosial (medsos). Sistem keamanan dipertanyakan, mengingat peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. 


Terkait persoalan tersebut, Senin (24/2/2020), Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Klungkung, Wayan Ardiasa angkat bicara. Dikatakan, hingga kemarin dirinya belum menerima laporan secara resmi terkait peristiwa pencurian itu. Justru ia sangat menyayangkan apabila hal-hal demikian justru diunggah di media sosial. Padahal selama ini, di Pasar Galiran ada petugas yang bersiaga sepanjang hari. Menurut Ardiasa, semestinya warga yang merasa kehilangan melapor secepatnya kepada petugas. Sehingga segera dapat ditindaklanjuti dan pelakunya bisa tertangkap. 

Apalagi kini di Pasar Galiran sudah dilengkapi dengan CCTV. Jadi, jika korban cepat melapor, pelakunya bisa segera dilacak melalui rekaman CCTV. "Di Pasar Galiran sudah ada CCTV yang dipasang di setiap sudut dan aktif. Karena itu, jika ada yang merasa kehilangan harus cepat melapor ke petugas pasar sehingga cepat bisa ditindaklanjuti dengan melihat rekaman CCTV," sarannya. 

Tak hanya memasang CCTV, untuk memastikan keamanan di Pasar Galiran, Ardiasa juga mengatakan pihaknya sudah berkerjasama dengan petugas kepolisian. Sebelumnya memang diakui sempat terjadi aksi pencurian barang belanjaan. Hanya saja pelakunya cepat terungkap. Lantaran korban segera melapor kepada petugas keamanan. Setelah dilakukan pengecekan CCTV, pelaku bisa segera diketahui dan mengakui perbuatannya. Bahkan ketika itu dikatakan korbannya kehilangan 10 kilogram cabai. 

Lebih lanjut Ardiasa menyampaikan, jajarannya pasti akan menindaklanjuti jika ada laporan dari warga. Bahkan, jika ada orang dalam yang terlibat, maka dirinya tak segan-segan akan memecat oknum yang bersangkutan. "Selama ini kami sudah rutin melakukan pembinaan terhadap petugas pasar, yakni setiap tiga bulan sekali. Kalau ada yang nakal maka kita berikan peringatan dan pembinaan," tegasnya. 

Sementara, aksi pencurian barang belanjaan di Pasar Galiran sempat diunggah oleh akun Trisna Wardhani di laman Facebook pada Minggu (23/2/2020). Dalam unggahanya, disebutkan bahwa ibunya menjadi korban pencurian barang belanjaan di area parkir Pasar Galiran. Barang-barang yang hilang berupa beras, cabe, dan daging sebelumnya digantungkan di sepeda motornya. Hanya ditinggalkan sebentar, kemudian barang-barang yang rencananya akan dijual di warung milik korban sudah raib. Unggahan akun Trisna Wardhani inipun menuai banyak respon dari warganet. Bahkan ada pula sejumlah warga mengeluhkan kejadian serupa yang terjadi di area Parkir Pasar Galiran. (dia).