JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Wabah Virus Corona rupanya tak hanya berdampak pada kunjungan wisatawan Tiongkok ke Pulau Dewata. Kini, warga  asal Bali yang bekerja di kapal pesiar juga turut terkena imbasnya. I Ketut Januartika (28), warga Banjar Meranggen, Desa Tangkas, Klungkung salah satunya. Ia tertahan di dalam kapal Diamond Princess yang kini berada di perairan Yokohama, Jepang. Menyusul sejumlah penumpang dan kru kapal dinyatakan positif terjangkit Virus Corona. 

Matahari sudah meninggi, namun rumah Januartika di Banjar Meranggen, Desa Tangkas masih nampak sepi. Senin (24/2/2020), hanya ada kakak iparnya, Nengah Sudarma bersama anaknya di dalam rumah. Ayah Januartika, Nyoman Suardana masih bekerja sebagai sopir angkot di Galiran. Demikian juga dengan ibunya, Ni Wayan Mastini, dikatakan masih berjualan jajan di pasar Galiran.

Ketika itu, Nengah Sudarma mengungkap saat ini pihak keluarga mulai dilanda kekhawatiran kala memikirkan kondisi Januartika. Apalagi saat mendapat informasi terkait wabah Virus Corona yang menyebar di kapal Diamond Princess. Hal ini tentu menjadi mimpi buruk. Mengingat salah satu anggota keluarganya kini sedang berada di atas kapal tersebut. Bahkan ibu Januartika dikatakan sempat tidak enak makan karena memikirkan keadaan putra kesayangannya. 

"Kami sudah mengetahui informasi tersebut dan tentu saja kini kami merasa sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Ketut (Januartika)," ungkapnya.

Sudarma yang juga didampingi oleh Kelihan Banjar Dinas Meranggen, Ketut Suladra mengatakan, pihak keluarga sudah sempat berkomunikasi dengan Januartika. Disampaikan bahwa kondisi anak keempat  dari pasangan Nyoman Suardana dan Ni Wayan Mastini tersebut saat ini sehat. Hanya saja dirinya belum diperbolehkan meninggalkan kapal. Statusnya masih dikarantina untuk waktu yang belum dipastikan. "Sudah sempat komunikasi, Ketut saat ini dalam kondisi sehat. Tapi masih dikarantina. Semoga pihak berwenang segera bisa bertindak dan Ketut segera bisa dipulangkan. Yang namanya di kapal dan satu ruangan begitu, rentan sekali terjadi penularan," harapnya cemas. 

Selain berharap pemerintah segera turun tangan, pihak keluarga pun mengatakan tak henti-hentinya berdoa agar Janiartkka bisa segera dievakuasi dan dipulangkan ke tanah air. "Setiap hari kami berdoa untuk keselamatan Ketut. Semoga segera bisa berkumpul dengan keluarga di rumah," imbuhnya.

Sementara melalui chating Mesengger di Facebook, Ketut Januartika rupanya baru berlayar selama sebulan. Tepatnya sejak tanggal 20 Januari lalu. Pemuda yang bekerja di bagian buffee steward ini rupanya bukan Warga Negara Indonesia (WNI) satu-satunya. Total ada 78 orang WNI yang bekerja di kapal pesiar tersebut. 
"Ada juga warga Bali yang bekerja di sini. Tapi saya tidak tahu jumlahnya. Bagi yang  positif dibawa ke RS Tokyo dan yang negatif stay di kapal," ungkapnya. 

Satu-satunya harapan Januartika  bersama puluhan WNI lainnya adalah segera ada kepastian dari Pemerintah Indonesia terkait jadwal penjemputan mereka. Dirinya pun meminta agar proses evakuasi bisa dilakukan melalui pesawat udara. Lantaran jika menggunakan kapal laut dikhawatirkan akan memakan waktu lebih dari dua pekan. "Saya berharap proses penjemputannya jelas. Jangan hanya bilang segera-segera. Penjemputan semoga bisa menggunakan pesawat, kalau pakai kapal bisa memakan waktu hingga dua minggu ke sini, itu terlalu lama," imbuhnya was-was. 

Sebelumnya, melalui akun Facebook sejumlah WNI yang tertahan di dalam kapal Diamond Princess juga sempat menyampaikan harapannya. Dengan menggunakan jaket tebal dan masker yang menutupi mulut dan hidung, mereka beramai-ramai menulis harapan di atas secarik kertas dan ditunjukkan ke arah kamera. Mereka memohon agar pemerintah Indonesia segera bertindak dan secepatnya bisa melakukan penjemputan. (dia).