JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Sosok mayat ditemukan mengapung di perairan Cristal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung, Kamis (13/2/2020). Kondisinya sudah membengkak, kulit mengekupas, dan di bagian tangan tersangkut camera go-pro. Identitas korban sempat menjadi teka-teki. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, mayat tersebut dikenali sebagai Dandree Guilermo Sebastian (42), seorang wisatawan asal Negara Italia. 

 

Penemuan mayat ini kali pertama dilaporkan oleh I Wayan Wastika (39). Sekitar pukul 09.30 Wita, Wastika yang beralamat di Jalan Kecubung, Gang Leli, Nomor 4 Denpasar ini hendak mengantarkan wisatawan melakukan aktivitas snorkling di perairan Manta Bay. Namun, saat boat yang digunakan berlayar di perairan Crystal Bay, ia dikejutkan dengan sosok tubuh manusia yang terombang-ambing dalam kondisi sudah tidak bernyawa. 

Temuan itupun lantas diinfokan kepada Syahbandar. Usai mendapat kepastian tim evakuasi akan segera datang, Wastika kemudian meninggalkan TKP dan melanjutkan perjalannya menuju lokasi snorkling. "Sekitar pukul 11.00 Wita korban kemudian dievakuasi oleh Basarnas dibantu personil Polsek Nusa Penida. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pratama," ujar Kapolsek Nusa Penida, Kompol Komang Reka Sanjaya.

Pasca evakuasi, petugas kepolisian sempat kesulitan untuk mencari identitas korban. Apalagi kondisi mayatnya saat ditemukan tidak mengenakan pakaian, dan bagian kulitnya sudah mulai mengelupas. Satu-satunya petunjuk hanya camera Go-Pro yang masih tersangkut di tangan korban. Setelah dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi, barulah akhirnya identitas korban terungkap. 

Korban adalah, Guilermo Sebastian (42), wisatawan asal Italia yang menginap di Miasa Hostel, Banjar Mentigi, Desa Batununggul. Sebelumnya, ia sempat menitipkan sebuah tas kepada seorang petani di Desa Sakti bernama I Wayan Mokoh. Di samping itu, saksi lain yakni Handri Aulia Rahman juga menyebutkan bahwa korban menyewa motornya dan menyampaikan bahwa ia menginap di Miasa Hostel.

Berdasarkan keterangan para saksi tersebut, petugas kepolisian selanjutnya mengamankan sejumlah barang milik korban. Diantaranya, tas gendong warna abu-abu, Handphone Merk Sony, uang tunai Rp432.000, hingga kunci kamar hostel. Saat ini, pihak kepolisian juga masih terus mendalami penemuan mayat tersebut. Untuk memastikan penyebab kematian korban. (dia).