JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Wabah virus Corona yang 'menghantui' berbagai belahan negara rupanya tak hanya berimbas pada kunjungan wisatawan Tiongkok ke Pulau Dewata. Namun, industri rumahan berupa pembuatan dodol di Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung juga ikut terdampak. Rabu (12/2/2020), jumlah pesanan dodol dari toko oleh-oleh disebutkan menurun drastis.  Beruntung, Hari Raya Galungan sebentar lagi datang, sehingga pembuatan dodol tradisional ini masih mendapat pesanan. 

 


Nengah Yuliati (54), merupakan salah satu pembuat dodol asal Banjar Kawan, Desa Besan. Sambil mengemas dodol buatanya, Yuliati  menuturkan sebelum virus Corona menyebar, dirinya kerap mendapat pesanan dodol dari toko oleh-oleh di daerah Denpasar. Bahkan pesanan dodol nangka, salak, serta injin (beras hitam) bisa mencapai 4.000 biji setiap empat hari sekali. Namun kini, kondisi berubah drastis. Pesanan dari Denpasar menurun, hanya 2.000 biji setiap sepuluh hari sekali. 

"Sejak kunjungan turis Tiongkok sepi karena virus Corona, pengiriman dodol nangka, salak dan injin ke toko oleh-oleh seperti Krisna dan Centro mulai berkurang ," ujarnya. 

Meski sempat merasa patah semangat, Yuliati kini dapat bernafas lega. Lantaran sebentar lagi Hari Raya Galungan tiba. Sehingga dipastikan jumlah pesanan dodol dari konsumen lokal akan meningkat. Dikatakan sejak dua hari lalu, jumlah pesanan dodol nangka, salak, dan injin sudah mulai datang. Sampai kemarin, Yuliati sudah menerima 10 ribu biji dodol untuk Galungan. 

"Untungnya sekarang menjelang Hari Raya Galungan, jadi pesanan dodol tetap jalan. Sejak dua hari pesanan warga lokal datang. Kami full kirim untuk Hari Raya Galungan. Syukur ada Gari Galungan sehingga kami masih bisa produksi dodol," tuturnya. 

Lebih lanjut disampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir memesan dodol untuk hari raya sejak jauh-jauh hari. Mengingat, dodol nangka dan injin yang diolah secara tradisional ini bertahan hingga dua bulan. Sedangkan untuk dodol salak, justru dikatakan bisa bertahan hingga setahun. Sementara untuk harga juga dikatakan tidak mahal. Hanya Rp70 ribu kilogramnya atau kalau konsumen ingin membeli dalam bentuk bijian cukup membeli dengan harga Rp800 per bijinya. (dia).