JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Belum tibanya musim panen raya, membuat sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Bahkan stok gula di sejumlah toko modern mulai kosong. Menyikapi kondisi ini menjelang Hari Raya Galungan, Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Klungkung mulai menggelar pasar murah di sejumlah lokasi. Respon masyarakat cukup mengejutkan, kurang dari dua jam ratusan kilogram gula habis terjual. 

 

Selasa (11/2/2020), Anggota TPID Klungkung, Tjokorda Istri Agung Wiratnyani menyampaikan, sejak beberapa hari terakhir sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Dirinya menyontohkan, untuk satu kilogram gula yang sebelumnya dijual Rp11 Ribu kini sudah mencapai Rp13-15 Ribu per kilogramnya. Selain harganya yang membumbung, hasil pengecekan yang dilakukan TPID, jumlah stok gula pasir juga mulai menipis. Bahkan di 9 toko modern dan berjejaring yang didatangai, stok gula justru sudah kosong. Selain gula, harga beras juga dikatakan mengalami peningkatan. Rata-rata Rp1000 per kilogramnya. 

Penyebabnya, rupanya karena belum memasuki musim panen raya. Untuk bahan baku gula, yakni berupa tebu dikatakan belum musim giling. Kalaupun ada pasokan tebu dari Pulau Sumatera, dibutuhkan biaya pengiriman ke Bali yang cukup tinggi. Kondisi ini diprediksi akan terjadi hingga Bulan April mendatang. Senasib dengan gula, harga beras pun meningkat lantaran belum musim panen raya. Hal ini merupakan siklus tahunan, dan pada Bulan Maret mendatang, panen raya dimulai dan diyakini harga beras akan mulai stabil. 

"Pasar murah ini kami gelar untuk memberikan harga pangan lebih murah, berdasarkan komoditas yang mengalami kenaikan harga," jelasnya. 

Langkah sigap TPID ini direspon antusias oleh masyarakat. Terbukti, saat menggelar pasar murah di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, banyak masyarakat yang datang. Komoditas yang paling dicari adalah gula. Apalagi harga jual yang ditawarkan TPID jauh lebih murah dari harga di pasaran. Yakni hanya Rp12.500 per kilogram. Kurang dari dua jam, 120 kilogram gula yang disediakan TPID sudah habis terjual. "Stok gula pasir disediakan oleh Bulog. Ini gula lokal dan yang paling laris. Gula habis semua dari jam 09.00-10.30 Wita. Macam-macam yang beli, ada warga yang jualan kue ada juga pedagang-pedagang kecil, dan pedagang bubur kacang hijau," ungkapnya seraya mengatakan beras dan bawang putih juga cukup dicari oleh warga setempat.

Lebih lanjut disampaikan, sejauh ini TPID tidak hanya menggelar pasar murah di Klungkung daratan saja, tetapi juga hingga ke Nusa Penida. Bahkan sebelumnya, selama tiga hari berturut-turut, TPID mengadakan pasar murah di Kecamatan Nusa Penida. Dimulai dari Hari Kamis (6/2/2020), bertempat di Desa Tanglad. Kemudian pada Jumat (7/2/2020) berlokasi di Desa Bunga Mekar, serta  Hari Sabtu (8/2/2020) di Desa Batu Madeg. Puncaknya, pada Minggu (16/2/2020) pasar murah akan diadakan saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Puputan Klungkung. 

"Ini juga berkaitan menjelang Hari Raya Galungan dan kebetulan juga ada kenaikan harga," ujar Tjokorda Istri Agung Wiratnyani. Saat CFD nanti, dirinya mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian agar bisa menyediakan cabai yang harganya masih dikisaran Rp55-65 ribu per kilogramnya. (dia).