JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Penyakit HIV/AIDS, kini menjadi ancaman serius. Nyaris di seluruh wilayah Klungkung sudah terdeteksi ada penderitanya. Menyikapi kondisi ini, Selasa (11/2/2020), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klungkung makin masif melakukan sosialisasi pencegahan dan memastikan kesiapan SDM di masing-masing Puskesmas di seluruh Klungkung dalam penanganan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

 


Usai melakukan peninjauan ke Puskesmas Dawan I yang menanganai 16 ODHA beberapa waktu lalu, kemarin giliran Puskesmas Klungkung II di Desa Selat, Klungkung yang didatangai KPA. "Semoga dengan adanya kunker dari KPA ini nantinya bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Selalu jaga koordinasi yang baik antara tim KPA dengan Puskesmas di masing-masing Puskesmas di Kabupaten Klungkung," harap Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Harian KPA Klungkung. 

Untuk langkah kerja berikutkan, Wabup Kasta mengharapkan seluruh Tim dari KPA maupun Puskesmas bisa mensosialisasikan program-program terkait HIV/AIDS di setiap desa. Hal ini sekaligus untuk mengantisipasi atau pencegahan penularan HIV/AIDS. 

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Klungkung II, Drg. Ni Kadek Asri Susanti Dewi menyampaikan, saat ini pihaknya sudah mendeteksi 23 orang yang terjangkit HIV/AIDS. Bahkan, di tahun 2019 lalu, seorang penderita telah meninggal dunia. "Semoga dengan adanya kegiatan ini nantinya bisa memberikan informasi yang baik, sehingga ke depan seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Klungkung bisa hidup sehat dan terhindar dari penyakit yang berbahaya ini," harapnya.

Sekretaris KPA Kabupaten Klungkung, Wayan Sumananya yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkap, semua Pukesmas yang ada di Kabupaten Klungkung sekarang sudah mampu menangani pengobatan penyakit HIV/AIDS. "Mari bersama-sama jauhi bahayanya penyakit HIV/AIDS dan selalu jaga pola hidup yang sehat," pinta Wayan Sumanaya kepada seluruh masyarakat yang hadir. 

Untuk diketahui, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Klungkung saat ini mencapai 440 orang. Sayangnya, dari jumlah tersebut sangat sedikit yang bersedia melakukan pendampingan dengan KPA. Bahkan jumlahnya kurang dari 10 persen. Penyebabnya, banyak penderita yang khawatir dengan stigma negatif dari masyarakat luas. Apalagi jika sampai informasi meluas, bahwa yang bersangkutan seorang ODHA. 

Terkait persoalan ini, Sumanaya pun sempat meyakinkan bahwa KPA Klungkung sangat menjaga privasi penderita HIV/AIDS yang ditanganinya. Namun, upaya tersebut juga kurang ampuh. Tak jarang, penderita yang akan melakukan pendampingan justru tidak bersedia dijemput di depan rumahnya. Justru mereka memilih untuk dijemput di tempat-tempat umum, seperti di depan swalayan. (dia).