JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Nyaris selama sehari penuh, wilayah Klungkung dilanda hujan deras. Selain menyebabkan genangan air di sejumlah titik, kondisi ini rupanya sempat membuat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta kecewa. Lantaran gedung baru di RSUD Klungkung mengalami kebocoran parah. Minggu (9/2/2020), hal serupa juga ternyata terjadi di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Bahkan, bagian atap yang bocor menyebabkan genangan air di panggung. 

 


Kualitas bangunan yang tak sesuai harapan tersebut didapati oleh Bupati Suwirta saat dirinya melakukan kunjungan ke RSUD Klungkung. Bagian yang mengalami kebocoran diantaranya, bangunan pengembangan gedung IRD dan Koperasi milik RSUD Klungkung. Kebocorannya pun cukup parah, bahkan hingga menimbulkan genangan air hujan 
lantai rumah sakit. 

Untuk memastikan bagian-bagian lain tidak mengalami hal yang sama, Bupati Suwirta disampingi Direktur RSUD Klungkung, Dr. I Nyoman Kesuma pun melakukan pengecekan ke bagian-bagian yang lainnya. Pihaknya juga menugaskan agar Direktur RSUD segera berkoordinasi dengan rekanan yang mengerjakan gedung tersebut. Sehingga kebocoran segera bisa diatasi dan tak mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat di rumah sakit. "Segera koordinasikan dengan pihak rekanan. Untuk sementara, berikan tanda pada bagian yang mengalami kebocoran, agar nantinya ketika pihak rekanan datang, kebocoran bisa segera ditangani," tegasnya. 

Sementara di lokasi berbeda yakni di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya juga terjadi kebocoran. Ada dua titik bagian atap yang bocor, yakni tepat di bagian panggung dan satu lagi di bagian bawah panggung. Saat hujan deras, air pun menetes hingga menyebabkan genangan air di lantai. Sejumlah petugas kebersiahan nampak terus mengepel lantai yang tergenang agar tak mengganggu kegiatan yang sedang dilangsungkan di lokasi tersebut. 

Menyikapi kondisi tersebut, Plt. Kepala Dinas kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Luh Ketut Ari Citrawati menyampaikan, kebocoran di Balai Budaya memang baru disadari saat hujan turun. Untuk itu, dirinya menjelaskan tahun ini Pemkab memang menyiapkan anggaran untuk penataan Balai Budaya. Diantaranya penataan di sisi selatan, pintu masuk di sisi utara, serta toilet. Nah, jika memang terjadi kebocoran, maka pihaknya juga akan mengcover dana untuk perbaikan kebocoran tersebut dalam proyek penataan yang rencananya segera digarap. Tapi, jika kondisinya sangat mendesak, maka untuk langkah cepat akan dicarikan tenaga tukang untuk melakukan perbaikan pada bagian yang mengalami kebocoran. 

"Ini kan baru ketahuan bocor saat ada hujan. Tahun ini, juga akan dilakukan penataan di Balai Budaya. Karena ini masih tahap perencanaan, nanti bisa sekalian dianggarkan di sana untuk perbaikan kebocoran itu," jelas mantan Camat Dawan ini. (dia).