JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Mengantisipasi damak Virus Corona, mulai Rabu (5/2/2020) hari ini, pemerintah akan menunda seluruh penerbangan dari Indonesia ke Tiongkok dan sebaliknya. Tapi, sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, rupanya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali khususnya Nusa Penida, Klungkung sudah menurun drastis.

Di hari-hari sebelumnya, kunjungan wisatawan asal Negeri Tirai Bambu bisa menembus angka ribuan, tapi sejak Minggu (2/2/2020) lalu, jumlahnya anjlok menjadi 15 orang saja. 

Selasa (4/2/2020), Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta tak menampik mulai kunjungan wisatawan Tiongkok ke Nusa Penida mulai sepi. Dikatakan, penurunan drastis sudah terlihat sejak tanggal 2 Februari lalu. Ketika itu, Nusa Lembongan yang bisanya dipadati ribuan wisatawan asal Tiongkok mendadak lengang. Bahkan jumlah wisatawan yang datang hanya 15 orang. Kemudian keesokan harinya, disampaikan ada sedikit peningkatan menjadi 70 orang wisatawan. 

"Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok sudah menurun drastis. Tanggal 2 cuma 15 orang ke Lembongan, tanggal 3 sudah jadi 70. Hari ini (kemarin), saya belum dapat data valid penurunan. Tapi sudah dipastikan memgalami penurun drastis, karena biasanya di Lembongan dan Jungutbatu bisa 1000 lebih wisatawannya,"ungkap pejabat asal Lingkungan Kemoning ini. 

Menyikapi kondisi ini, Sukasta menyampaikan pihaknya belum menyiapkan langkah alternatif. Iapun belum dapat memastikan apakah akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau tidak. Selama dua minggu ke depan, pihaknya akan mengamati apakah dampak Virus Corona semakin parah atau sebaliknya. Jika kondis tak kunjung membaik, maka Dispar akan mulai mengencangkan promosi untuk memikat wisatawan asal negara lain. "Kita lihat dulu satu atau dua minggu ke depan. Kita lihat dua minggu ke depan bagaimana situasinyam Mudaha-mudahan ini cepat berakhir. Karena memang wisatawan Tiongkok yang paling banyak datang ke Nusa Penida," imbuhnya .

Di samping itu, mantan Kepala Dinas Perhubungan Klungkung ini juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Yakni untuk melakukan pendataan bilamana ada wisatawan Tiongkok yang selama adanya larangan penerbangan masih menginap di Nusa Penida. "Data pasti mengenai ada atau tidaknya wisatawan Tiongkok yang masih menginap, kami belum punya. Tapi nanti pasti kami akan koordinasi dengan dinas terkait," ujar Sukasta. 

Diberitakan sebelumnya, Owner Caspla Bali, Putu Darmaya mengungkap, sejak mencuatnya informasi terkait penyebaran Virus Corona, usaha water sport miliknya mulai terkena imbas. Banyak wisatawan asal Tiongkok yang mendadak membatalkan bookingan untuk bermain di wahana water sport ataupun sekadar berlibur di Nusa Penida. Padahal, seminggu menjelang Imlek hingga tiga minggu sesudahnya biasanya menjadi puncak kedatangan wisatawan Tiongkok. Bahkan jumlah bookingan di wahana water sportnya bisa menjadi angka 1000-1300 per hari. Tetapi, pasca merebaknya Virus Corona, dari hari ke hari jumlah bookingan menurun drastis. 

"Begitu ada informasi wabah Corona langsung ada banyak wisatawan yang cancel pesawat dan bookingan. Dari yang biasanya bookingan Imlek yang kita terima bisa 1000-1300 per hari sekarang menurun. Dari 1000 jadi 600, saat tanggal 27 jadi 400 dan hari ini malah 300 bookingan. Besok sampai tiga hari malah kosong," keluhnya. (dia).