JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Mengawali tahun anggaran 2020, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta nampaknya akan merombak jajarannya. Sebanyak 70 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klungkung dimutasi dan pada Rabu (5/2/2020) hari ini langsung digelar pengambilan sumpah jabatan. Para ASN yang masuk zona mutasi mulai dari pejabat eselon IV hingga eselon II. 

 


Selasa (4/2/2020), Kepala Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klungkung, Komang Susana membenarkan adanya mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Klungkung. Hanya saja, ditegaskannya mayoritas mutasi tersebut dilakukan untuk pengisian posisi yang kosong. Disebutkan, dari 70 ASN yang dimutasi, 24 diantaranya akan mengisi kekosongan. Yang mana saat ini untuk pejabatan setingkat eselon III ada 9 posisi yang kosong, sedangkan untuk eselon IV sebanyak 15 jabatan. 

Selain untuk mengisi kekosongan, disampaikan pula bahwa dalam mutasi ini ada sejumlah pejabat yang dievaluasi, digeser ataupun mendapat promosi. Lebih lanjut, untuk pejabat setingkat eselon II, Komang Susana menjelaskan hanya dilakukan evaluasi saja. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan mutasi atau pengukuhan. Menurutnya, ada sembilan pejabat setingkat Kepala Dinas (Kadis) yang dievaluasi. Yakni meliputi pejabat yang sudah atau mendekati lima tahun duduk dijabatan terakhir. 

"Evaluasi pejabat eselon II ini mengacu pada pada PP 11 Tahun 2017 tentang manjemen PNS dan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014. Hal ini juga sudah ada rekomendasi dari komisi ASN,” tegasnya. 

Mengacu pada ketentuan tersebut, maka dikatakan ada tiga pejabat eselon II yang masa kerjanya sudah mendekati lima tahun. Meliputi, Kadis Kependudutan dan Pencatatan Sipil Klungkung, Komang Dharma Suyasa, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja, Gede Kusuma Jaya, serta termasuk dirinya sendiri. “Ada sembilan pejabat eselon II yang diusulkan untuk dievaluasi. Tapi yang mendekati lima tahun duduk dijabatan terakhir per Bulan Februari ini tiga orang termasuk saya," imbuh mantan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil ini. (dia).