JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Trend masyarakat yang 'curhat' berbagai persoalan di media sosial (medsos) rupanya ditanggapi serius oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Menyikapi fenomena ini, Kamis (6/2/2020), seluruh tokoh desa dinas dan adat dikumpulkan di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Tak sekadar membahas trend ber'medsos, Bupati juga menyinggung sinergitas seluruh pihak dalam pembangunan Klungkung. Menyusul banyaknya program yang digulirkan Pemkab justru terkesan 'tersumbat' sehingga tak direspon optimal di tingkat desa.

 


Di hadapan para bendesa adat, kepala desa/lurah dan kepala dusun/kepala lingkungan, Bupati Suwirta menyampaikan, akhir-akhir ini banyak persoalan di tingkat desa yang mengemuka di medsos. Mulai dari masalah toko modern, pembangunan pariwisata, adat istiadat, bahkan hingga agama. Hal inipun sangat disayangkan, lantaran masyarakat justru ribut dengan teman ataupun antar sesama umat. Parahnya, persoalan justru melebar di medsos, namun tidak disampaikan ke pemerintah sesuai dengan hierarkinya.

Menyikapi hal ini, Bupati Suwirta pun berharap semua permasalahan yang terjadi di desa diselesaikan secara internal terlebih dahulu. Dirinya yakin, semua persoalan pasti bisa dituntaskan. 
"Jadi saya harap masalah yang ada di desa, kita sendiri bisa selesaikan. Masalah pasti akan selesai, seruwet apapun masalah itu pasti akan selesai. Tapi, bisa selesai dengan damai atau tidak damai. Kalau tidak bisa diselesaikan dengan damai, kita diusahan agar damai.  Gunakan kepala dingin," paparnya. 

Bupati Suwirta juga menyinggung mengenai riak-riak adanya dualitas kepemimpinan di tingkat desa. Yakni antara bendesa dengan kepala desa/perbekel. Perbedaan pandangan di antara keduanya, justru dinilai bisa berdampak pada kelangsungan program yang digulirkan oleh pemerintah. Bahkan, saat ini bupati justru mendapati banyak program pemerintah yang ditujukan kepada desa justru tidak ditindaklanjuti secara berkesinambungan. Ia menyontohkan, program pengrimiman warga kurang mampu untuk bekerja di kapal pesiar. Awalnya program-program tersebut didengarkan tapi justru kini tak sampai dengan optimal ke masyarakat. Demikian juga dengan program bedah rumah serta sampah. 

Pihaknya berharap para perbekel dan bendesa harus bisa menganalisa permasalahan dan  duduk bersama dalam merumuskan program pembangunan. Harus ada sinergi dengan program pemerintah daerah. " Jikalau ada permasalahan di desa, apapun yang terjadi jangan langsung menginformasikan ke pada masyarakat, selesaikan dulu di atas baru diturunkan ke bawah. Permasalahan itu akan selesai, kalau diselesaikan secara damai dengan menggunakan kepala dingin," ujar Bupati Suwirta. 

Di samping itu, Bupati Suwirta juga menekankan enam catatan penting kepada kepala desa dan bendesa adat. Pertama, terkait  alokasi dana desa, sehingga dana desa yang besar dapat mendukung pembangunan desa berdasarkan pada masalah dan potensinya. Kedua, desa dinas wajib berkoordinasi dengan desa adat terkait pelestarian adat dan budaya. Ketiga, penyelenggaraan pembangunan desa bersinergi dengan pemerintah daerah. Keempat, penyusunan pararem jangan membebani krama desa adat. Terkait hal ini, Bupati asal Ceningan ini berharap, agar bendesa adat dan prajuru  membuat perarem dengan rasa kemanusiaan.
"Buat perarem jangan pakai rasa emosi. Bikin perarem saat kepala dingin. Dan saya minta tokoh masyarakat jangan egois merasa diri sebagai pemimpin. Pemimpin itu harus bisa rendah diri, biarkan orang lain yang menaikkan harga diri kita,” tegas Bupati Suwirta. 

Kelima, antisipasi konflik dan selesaikan secara internal dengan musyawarah dan mufakat. Terakhir yang keenam, turunkan harga diri. Dirinya juga meminta semua program pemerintah harus disampaikan ke pada masyarakat. " Berbuatlah yang terbaik, jangan menjadi yang terbaik. Mari membangun bersama dengan spirit Gema Santi," imbuhnya dalam acara yang turut dihadiri Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta,  Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Sri Kasta, Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, Kepala OPD di jajaran Pemkab Klungkung serta Camat.(dia).