JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Sekitar dua hektar lahan pertanian di Subak Besang, Desa Besang Kawan, Keluarahan Semarapura Kaja, Klungkung, Kamis (6/2/2020) terbakar. Pemicunya, karena aktivitas pembakaran ilalang yang dilakukan oleh petani setempat. Tiupan angin yang kencang, seketika membuat api membesar dan merembet hingga ke areal persawahan lainnya. Bahkan, Pura Puseh Besang Kawan yang berada di dekat lokasi juga nyaris terdampak. 

 


Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, I Putu Suarta menyampaikan, kebakaran lahan persawahan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Pemilik lahan, Putu Wedana asal Banjar Gingsir, Desa Akah mulanya ingin membuka lahan di area yang sudah lama 'tidur' karena erupsi Gunung Agung. Untuk menyingkirkan tumbuhan ilalang, pemilik lahan memutuskan untuk melakukan pembakaran. Di awal, proses pembakaran berjalan lancar. Tapi, tiba-tiba angin semakin kencang dan membuat kobaran api membesar. Bahkan dalam sekejap api juga menjalar ke lahan milik petani lainnya. 

Kondisi inipun membuat warga dan petani sekitar panik. Apalagi, di dekat lokasi terdapat bangunan Pura Puseh Besang Kaja. Pemilik lahan yang juga anggota Satpol PP ini akhirnya menghubungi Damkar untuk menangani kobaran api yang sudah melalap nyaris 2 hektar lahan tersebut. "Kebakaran ilalang ini berawal dari laporan warga dan petani yang membakar ilalang di areanya. Tapi karena situasi terik dan angin kencang sehingga melalap ilalang yang ada di sekitarnya," jelas Putu Suarta. 

Pada pukul 11.00.Wita, empat unit armada Damkar tiba di lokasi. Beruntung, proses pemadaman api berjalan lancar. Sehingga api tidak merembet ke Pura Puseh Besang Kawan. "Itu kebetulan dekat dengan Pura Puseh Besang Kawan sehingga kita lakukan pemadaman dengan cepat. Biar tidak merembet ke Pura Puseh Besang Kawan," imbuhnya. 

Lebih lanjut, pejabat asal Lingkungan Pegending inipun mengimbau kepada masyarakat agar jangan melakukan pembakaran ilalang ataupun sampah. Mengingat, cuaca panas ditambah angin kencang yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan api membesar. "Saya harap masyarakat untuk sangat berhati-hati, kalau bisa jangan bakar-bakaran sampah atau ilalang. Karena situasinya panas terik angin kencang. Sedikit saja kena angin api sudah membesar. Sampah atau ilalang jangan dibakar, karena itu organik lebih baik biarkan saja agar menjadi humus," sarannya. (dia).