JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com |   Virus Corona yang telah menelan ratusan korban jiwa di Negara Tiongkok mulai menjadi ancaman serius bagi sektor pariwisata Pulau Dewata. Sejak sejumlah negara mengununkan travel warning, banyak wisatawan asal negeri Panda tersebut membatalkan kunjunganya ke Bali. Hal inipun membuat kunjungan wisatawan Tiongkok menurun drastis. Bahkan wahana water sport di Nusa Penida, Klungkung sepi wisatawan Tiongkok. Kondisi ini membuat pemilik akomodasi pariwisata terpaksa mengurangi jam kerja karyawannya. 

 


Rabu (29/1), Owner Caspla Bali, Putu Darmaya mengungkap, sejak mencuatnya informasi terkait penyebaran Virus Corona, usaha water sport miliknya mulai terkena imbas. Banyak wisatawan asal Tiongkok yang mendadak membatalkan bookingan untuk bermain di wahana water sport ataupun sekadar berlibur di Nusa Penida. Padahal, seminggu menjelang Imlek hingga tiga minggu sesudahnya biasanya menjadi puncak kedatangan wisatawan Tiongkok. Bahkan jumlah bookingan di wahana water sportnya bisa menjadi angka 1000-1300 per hari. Tetapi, pasca merebaknya Virus Corona, dari hari ke hari jumlah bookingan menurun drastis. 

"Begitu ada informasi wabah Corona langsung ada banyak wisatawan yang cancel pesawat dan bookingan. Dari yang biasanya bookingan Imlek yang kita terima bisa 1000-1300 per hari sekarang menurun. Dari 1000 jadi 600, saat tanggal 27 jadi 400 dan hari ini malah 300 bookingan. Besok sampai tiga hari malah kosong," ungkapnya kemarin. 

Menyiasati situasi ini, Darmaya mengatakan pihaknya akan berupaya untuk mengejar bookingan wisatawan dari negara lain. Diakuinya, selama ini dirinya memang lebih banyak melayani wisatawan Tiongkok, karena jumlahnya paling banyak dibandingan wisatawan asal negara lain. Kini, agar tidak sepi Darmaya akan berupaya menjaring wisatawan lain, seperti wisatawan Tahiland, India, ataupun wisatawan domestik. "Coba selama satu minggu ini kami akan usahakan untuk mencari tamu dari negara lain. Sebelumnya wisatawan lain, seperti India dan lokal juga banyak yang mau bermain water sport," ujarnya. 

Walau demikian, Darmaya tidak yakin upaya tersebut bisa mengimbangi jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok. Oleh karena itu, selama 'paceklik' kunjungan ini, dirinya terpaksa mengurangi jam kerja para karyawannya. Yang mana, di hari-hari normal para karyawan bisa bekerja selama sehari penuh, kini hanya bekerja sebanyak 10 kali selama sebulan. "Saya rasa, tiga bulan lagi barulah jumlah kunjungan wisatawan normal lagi. Jadi terpaksa saya pangkas jam kerja karyawan. Tapi untuk PHK tidak akan saya lakukan. Karena nanti kalau tamu sudah ramai lagi sangat sulit mencari pekerja yang sudah punya keterampilan bekerja di water sport," imbuhnya. (dia)