JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Memastikan pergantian tahun berjalan aman dan kondusif, Polres Klungkung terus meningkatkan pengamanan di segala lini. Tak terkecuali di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Klungkung. Rabu (18/12/2019), personil Polres Klungkung mendadak melakukan peneriksaan di Rutan. Meski tak menemukan barang-barang berbahaya seperti sajam ataupun narkoba, namun aparat kepolisian mendapati sejumlah cutter hingga korek api yang disembunyikan oleh para narapidana. 

 


Sekitar pukul 08.30 Wita, tim gabungn yang terdiri atas anggota Polres, TNI, anggota BNN, Satpol PP dan petugas Rutan mulai memeriksa ruang tahanan satu per satu. Sasaran utamanya adalah barang terlarang seperti narkoba, bahan peledak dan senjata tajam yang dianggap membahayakan. Kedataang tim gabungan inipun sempat mengejutkan para napi ataupun tahanan di Rutan Klungkung. 

Ada 14 kamar yang tersebar di tiga Blok, yakni Wisma Nakula, Sahadewa dan Kunti yang diperiksa oleh tim yang dipimpin oleh Wakapolres Klungkung, Kompol IB Dedy Januarta tersebut. Tak ketinggalan, sebanyak 64 narapidana dan 21 tahanan juga diperiksa satu per satu. Dari hasil penggeledahan tersebut, tim gabungan tidak menemukan barang-barang yang dianggap membahayakan. Namun, tim justru menemukan barang-barang pribadi milik narapidana ataupun tahanan yang semestinya dilarang. Mulai dari kartu remi, alat kuris, uang, speaker, potong kuku, peniti, rokok, spidol, korek api, cermin. Selain itu dan ada pula sejumlah cutter yang dimodifikasi. Untuk mengelabuhi petugas, barang-barang terlarang tersebut disembunyikan di sela-sela anyaman bambu dan ada pula yang dipasang di korek api. 

Selanjutnya, barang-barang tersebut disita oleh para petugas. “Sidak atau penggledahan ini kami lakukan dalam rangka cipta kondisi menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 serta penanggulangan kejahatan yang dapat meresahkan masyarakat di Kabupaten Klungkung,” ungkap Wakapolres, Kompol IB Januarta seraya mengatakan sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas permitaan pihak Rutan. Di samping juga menindaklanjuti himbauan dari Dirjen Permasyarakatan. 

Selain memeriksa benda-benda yang dianggap berbahaya, anggota BNN yang turut serta dalam sidak tersebut juga melakukan tes urine terhadap seluruh napi dan juga tahanan. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif. 

Sementara, Plh Kepala Rutan Klungkung, IB Pustika mengatakan, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan para penghuni Rutan agar tidak membawa benda-benda yang dapat membahayakan. Namun, nyatanya dalam sidak kemarin memang masih banyak ditemukan benda-benda terlarang di ruang tahanan. IB Pustika pun menjelaskan, untuk benda seperti cutter kemungkinan sebelumnya digunakan dalam sesi pembuatan kerajinan. Sayangnya, usai membuat kerajinan, cutter tersebut justru dibawa ke ruang tahanan.

Sebagai tindak tegas, IB Pustika memastikan seluruh barang sitaan tersebut akan dimusnakan. Kecuali untuk temuan berupa uang milik penghuni Rutan, akan dititikan di bagian administrasi. "Untuk uang juga kami batasi hanya boleh dibawah Rp 100 ribu. Semua barang kami temukan ini akan kami musnahkan," tegasnya.(dia).