JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Harapan warga Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung untuk menghirup udara bersih tinggal angan-angan belaka. Lantaran sejak tiga hari lalu, tumpukan sampah di eks TPA Sente kembali terbakar. Kondisi inipun memicu munculnya kepulan asap pekat disertai aroma tak sedap. Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan tak bisa berbuat banyak. Mengingat, saat membuang sampah, truk-truk pengangkut selalu kucing-kucingan. 

 


Kamis (5/12/2019) siang, kepulan asap nampak berhembus dari sisi timur eks TPA Sente. Walaupun operasional TPA sudah ditutup, namun nyatanya hingga kini masih banyak truk yang lalu lalang membuang sampah ke lokasi tersebut. Bahkan kini di sisi timur, tumpukan sampah cukup banyak, hingga meluber ke jalan. Mayoritas adalah sampah yang berasal dari Pasar Galiran. Dalam sehari, terpantau ada dua truk sampah dari Pasar Galiran yang menurunkan sampah pasar di lokasi tersebut.

Ni Nengah Sutri, salah seorang pemulung yang berhasil ditemui mengatakan, kebakaran sampah sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Perempuan asal Desa Dawan Kaler ini mengaku sudah nyaris lima tahun menjalani rutinitasnya mengunpulkan barang bekas dari tumpukan sampah. "Kalau sampah yang terbakar sudah lama. Cuma baru tadi pagi sampah yang dekat pintu ini terbakar karena tidak disiram oleh petugas,” ujarnya. 

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, AA Kirana tak menampik bila tumpukan sampah kembali terjadi di eks TPA Sente. Meski demikian, ia mengaku belum memperoleh informasi apabila tumpukan sampah tersebut memicu terjadinya kebakaran. Apalagi sebelumnya pada sore hari, ia sudah turun melakukan penyiraman sampah yang terbakar.
Pihaknya pun kesulitan untuk mendeteksi oknum-oknum yang kucing-kucingan membuag sampah di eks TPA Senten. 

"Nanti kami akan panggil dan duduk bersama dengan desa yang ikut membuang sampah ke TPA. Karena kita memang tidak punya tempat pembuangan sampah residu. Ini juga menjadi kendala kami. Karena masih ada beberapa Desa yang nyuri-nyuri membuang sampah ke TPA,” imbuhnya.

Untuk sememtara, agar sampah tak makin meluber ke badan jalan, AA Kirana mengatakan segera akan mengerahkan alat berat. Tapi jika alat berat yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan tidak memadai, rencananya 
AA Kirana aman meminjam alat berat milik Dinas PU. (dia).