JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Permasalahan yang terjadi di BUMDes Kertajaya, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung rupanya terus bergulir. Hingga Minggu (1/12/2019), para pengurus BUMDes yang diduga menyelewengkan dana belum juga melakukan pengembalian. Di samping itu, persoalan kredit macet juga belum menemui titik terang. Rencananya, pihak desa segera akan mendata warga yang kreditnya macet, lantaran nominalnya mencapai Rp 290 Juta.

 

Perbekel Besan, I Ketut Yasa menyampaikan, berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Klungkung, seharusnya para pengurus BUMDes yang terlibat harus sudah mengembalikan dana paling lambat Minggu (24/11/2019) lalu. Sayangnya hingga saat ini, belum semua pengurus mengembalikan dana tersebut. Dikatakan, pengembalian hanya dilakukan oleh mantan sekretaris BUMDes, Made HS senilai Rp 30 Juta lebih. Sementara mantan bendahara BUMDes, I Komang NS belum melakukan pengembalian. Padahal, sejatinya  Komang NS semestinya mengganti uang BUMDes senilai Rp619 Juta.

Melihat kondisi tersebut, Ketut Yasa mengaku belum bisa menentukan langkah selanjutnya. Pihaknya akan menunggu petunjuk dari Inspektorat Klungkung. Sambil menunggu arahan, pihak desa akan berupaya untuk mengejar kredit macet yang jumlahnya mencapai Rp290 Juta. Untuk sementara, sudah terdata sebanyak 56 orang warga yang kreditnya macet di BUMDes Kertajaya. 

"Secara bertahap kami akan panggil juga beberapa warga yang kreditnya masih macet. Rencananya besok  (Senin (2/11/2019)" ujarnya.

Diberitakan sebelumnya,  Kamis (26/9) lalu, Inspektur Daerah Klungkung, I Made Seger, mengungkap hasil audit di BUMDes Kertajaya, Desa Besan. Tim mendapati dua jenis temuan di BUMDes yang berdiri sejak tahun 2014 tersebut. Pertama, temuan administratif, yakni terkait struktur organisasi dan laporan pertanggung jawabanan. Kedua, temuan keuangan, mulai dari kredit fiktif hingga penyimpangan dana yang dipergunakan oleh sekretaris dan bendahara BUMDes sekitar Rp645 Juta. 

Atas temuan-temuan tersebut, Made Seger mengungkap masih memberikan waktu selama 60 hari untuk pembinaan. Selama tenggang waktu tersebut, oknum bendahara dan sekretaris diberi kesempatan untuk mengembalikan dana yang dipergunakannya. Menurut Seger, kedua oknum yang bersangkutan sudah menyanggupi pengembalian dana tersebut. Hal itu juga diperkuat dengan sebuah surat penyataaan yang disaksikan langsung oleh Ketua BUMDes serta Perbekel Besan. (dia).