JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Krisis pakan ternak belum berakhir, kini warga di Banjar Punduk Kaha Kaja, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung kembali diterpa musibah. Dalam sepekan, empat godel (anak sapi) milik warga dan Simantri Pondok Indah mati secara misterius.

Hingga Rabu (18/9), belum dipastikan penyebabnya, namun pada bangkai godel ditemukan sejumlah luka serta bagian jeroan hilang. Kuat dugaan, godel-godel tersebut diserang kawanan anjing liar.

Jro Mangku Wayan Sulatri, salah seorang pemilik godel menuturkan, godel miliknya baru berumur dua minggu. Tidak ada kecurigaan sebelumnya, namun saat hendak memberi pakan, ia justru mendapati godelnya tergeletak di kandang. Ada luka terbuka di pangkal paha dan pinggangnya. Melihat godelnya masih bernafas, Mangku Sulatri sempat menghubungi Dokter Hewan setempat. Tapi 30 menit kemudian godel jantannya sudah mati.

Atas kondisi tersebut, Mangku Sulatri dan anggota Simantri lainnya menduga bahwa godel-godel mereka diserang anjing liar. Apalagi, ada warga yang sempat melihat ada anjing liar di sekitar kandang dan hal serupa juga pernah terjadi tahun lalu. "Kemungkinan diserang anjing liar, karena ada yang melihat ada anjing. Sekarang anjing itu masih berkeliaran, kami belum sampaikan ke pihak terkait agar dieleminasi," ujarnya sedih.

Menyikapi peristiwa ini, Mangku Sulatri mengatakan segera akan melakukan rapat dengan anggota kelompok yang lain. Kalau memungkinkan, pihaknya akan berupaya untuk mengubah awig (peraturan) di Simantri tersebut. Jika sebelumnya tidak diperbolehkan membawa pulang atau memelihara sapi di luar kandang, maka kini akan dibuat kebijakan agar untuk sementara godel dan induk sapi bisa dipindah ke tempat yang aman. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami akan ubah awig, kalau ada sapi punya anak, maka anak dan induknya bisa dibawa keluar kandang," tegasnya seraya mengatakan, akibat kejadian ini tiga godel di kandang Simantri tersebut mati. Kini, hanya tersisa satu anak sapi lagi yang sudah berukuran cukup besar.

Perbekel Bunga Mekar, Wayan Yasa juga menyampaikan hal senada. Dikatakannya, lokasi kandang Simantri sejatinya hanya berjarak 500 meter dari pemukiman warga. Tapi, karena kejadiannya malam hari, tidak ada warga yang mengetahuinya. Sejauh ini, kecurigaan terbesar memang mengarah pada serangan anjing liar. "Diindikasi atau dicurigai warga penyebab sementara anjing liar karena malam kejadiannya," ujar Wayan Yasa.

Selain di Banjar Punduk Kaha Kaja, hal serupa juga sempat terjadi di Banjar Gelagah dan Punduk Kaha Kelod. Bahkan sasarannya tidak hanya godel tetapi juga babi warga setempat. Sebagai upaya antisipasi, Wayan Yasa mengimbau agar warganya mengandangkan ternak peliharaannya. Demikian juga dengan warga yang memiliki anjing, diharapkan agar tidak diliarkan.

Agar kejadian serupa tak terulang, pihaknya segera akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan juga Camat. Utamanya agar bisa diupayakan untuk melakukan eleminasi anjing liar di sekitar lokasi tersebut. Mengingat kejadian serupa sudah sering kali terjadi. "Sudah sering sekali terjadi, kita akan koordinasi dengan dinas terkait untuk lakukan eliminasi. Agar tidak terjadi lagi, kami juga akan koordinasi dengan camat. Pertama kalau ada anjing liar kita minta dieliminasi dan ternak warga dikandangkan," imbuhnya. (dia)