JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Rencana Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk memasang pagar pengaman di objek wisata Devil's Tears, Nusa Lembongan di Kecamatan Nusa Penida, nampaknya belum dapat direalisasikan tahun ini. Mengingat dana Rp 60 juta yang dialokasikan sebelumnya dinilai terlalu minim. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Klungkung terpaksa kembali membuat perencanaan ulang. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Nengah Sukasta, Selasa (13/8) menyampaikan, pemasangan pagar pengaman di objek wisata Devil's Tears sebelumnya sempat akan diambil alih oleh Asita. Namun, karena alasan tertentu, rencana tersebut gagal direalisasikan. Sebagai gantinya, Pemkab yang mengalokasikan anggaran Rp60 juta untuk pemasangan pagar pengaman. Sayangnya, setelah dikoordinasikan ternyata dana tersebut dinilai sangat minim. Belum cukup untuk mendanai pemasangan pagar pengaman di Devil's Tears yang panjangnya mencapai 400 meter. 

"Setalah dirundingkan terlalu pendek dengan anggaran Rp60 juta. Kalau hanya Rp60 juta paling hanya dapat hanya 50 meteran saja. Padahal kebutuhanya banyak, takutnya nanti malah tidak bagus. Kalau di Devil's Tears kurang lebih 400 meter secara menyeluruh," jelas Sukasta.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Sukasta mengatakan tahun ini jajarannya kembali akan membuat perencanaan ulang. Berbeda dengan perencanaan sebelumnya, kali ini akan dibuat hitung-hitungan untuk pemasangan pagar pengaman secara keseluruhan. Minimal sepanjang 350 meter di Devil's Tears. Saat ini perencanaan sudah disusun. Terkait material masih seperti usulan sebelumnya, yakni menggunakan kayu dan tali. Mengingat untuk opsi penggunaan besi sudah tidak sesuai, lantaran mudah keropos. "Mudah-mudaha pengerjaan sudah bisa dilakukan pada tahun 2020," imbuhnya. 

Lebih lanjut disampaikan, Pemkab sejatinya tidak hanya berencana untuk memasang pagar pengaman di objek wisata Devil's Tears. Sejumlah objek wisata lain yang dikelola oleh pemerintah juga akan dilakukan pemasangan pagar pengaman. Seperti Bukit Teletubies, tapi dilakukan secara bertahap. Menurut mantan Kadis Perhubungan Klungkung ini, objek wisata Devil's Tears tetap menjadi prioritas, lantaran dinilai paling berbahaya. Apalagi sejauh ini sudah banyak wisatawan yang tersapu ombak saat asik berswafoto di lokasi tersebut. 

"Yang paling berbahaya menang di Devil's Tears dan kunjungan wisatawanya juga bagus sekali di sana. Setiap hari hampir ada 2600-2800 wisatan ke Nusa Penida mereka tersebar ke mana. Tapi hampir 60 persen ke Devil's Tears," ungkapnya. Sembari menunggu proses pemasangan pagar pengaman, pihak desa pun diharapkan terus mengimbau wisatawan yang berkunjung ke Devil's Tears untuk berhati-hati. (dia)