JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Klungkung kian memprihatinkan. Terbukti, Sat Narkoba Polres Klungkung kembali berhasil meringkus tiga pelaku penyalahgunaan zat terlarang tersebut. Ironisnya, salah satu tersangka masih berstatus pelajar dan merupakan putra anggota DPRD Klungkung terpilih.

Sedangkan dua tersangka lainnya merupakan pasangan kekasih. Bahkan yang laki-laki adalah putra seorang Kepala Dinas di lingkungan Pemda Klungkung. 

 

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan Senin (12/8/2019), penangkapan ketiga tersangka bermula dari penyelidikan tim buser Sat Narkoba Polres Klungkung. Yang mana dicurigai ada pesta sabu di sebuah rumah kos yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai,  Lingkungan Besang, Klungkung.

 

Selanjutnya pada Selasa (6/8) dipimpin Kasat Narkoba Polres Klungkung, AKP Dewa Gde Oka sekitar pukul 21.40 Wita dilakukanlah penggerebekan. Petugas sempat mengetuk pintu kamar kos tersebut namun tak digubris. Hingga akhirnya pintu kamar terpaksa didobrak oleh petugas. 


Ketika itu petugas mendapati tiga orang berada di dalam kamar. Yakni I Nyoman Dharma Yuda Hendrawan (22) alamat Jalan Puputan, Semarapura Klod Kangin, Dewa Alit Krisna Meranggi (18) beralamat di Jalan Gajah Mada, Lingkungan Sengguan, Kelurahan Semarapura Kangin, serta Luh Nila Emaliani (19) yang beralamat di Banjar Minggir, Desa Gelgel.

 

Ketiga tersangka tak dapat mengelak, karena saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan bukti-bukti kuat. Diantaranya, 7 paket sabu dengan berat total 4,81 gram bruto atau 3,41 gram netto, timbangan digital yang diduga digunakan membagi sabu menjadi kemasan kecil untuk dijual, serta bong/alat isap sabu.

 

Selama pengrebekan juga teruak bahwa tersangka I Nyoman Dharma Yuda Hendrawan (22) berstatus sebagai pegawai kontrak di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Klungkung. Bahkan dirinya merupakan putra Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Klungkung, Komang Dharma Suyasa. Kamar kost yang digunakan sebagai lokasi pesta sabu merupakan tempat kos kekasihnya, Luh Nila Emaliani (19). Sedangkan tersangka ketiga yakni Dewa Alit Krisna Meranggi (18) yang masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMA N di Dawan ini merupakan putra salah seorang anggota dewan Klungkung terpilih, NKS. 

 

Terkait penggerebekan pasta sabu tersebut, Kasat Narkoba Polres Klungkung, AKP Dewa Gde Oka mengatakan bahwa saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Klungkung. "Kasus sedang dalam proses sidik. Akan segera  dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka, pasal yang disangkakan dan kelanjutan proses hukumnya," ujarnya singkat. 

 

Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Klungkung, Komang Dharma Suyasa tak menampik putranya diamankan karena kasus narkoba. Meski demikian, pihaknya mengatakan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Di samping itu, ia juga berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Tidak hanya berhenti di kasus ini, melainkan hingga ke oknum yang memasok sabu untuk putranya. 

 

"Saya sebagai orang tua sangat mendukung dalam pemberantasan kasus narkoba. Tapi jangan berhenti sampai anak saya. Polisi harusnya menggali dimana anak saya mendapat barang itu. Biar tidak seolah olah ada jebak menjebak,” pintanya. 

 

Lebih lanjut mengenai putranya yang tercatat sebagai tenaga kontrak di Dinas Dukcapil, Komang Suyasa mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Bahkan, sebelum ada keputusan berkekuatan hukum tetap, ia akan menjatuhkan sanksi berupa pemberhentiab secara tidak hormat terhadap putranya. "Saya akan langsung memberhentikan anak saya dengan tidak hormat tanpa menunggu proses hukum lagi. Karena apa yang dilakukannya sangat berat," tegasnya. (dia)