KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mematangkan rencana realisasi Pelabuhan Segitiga Emas. Minggu (11/8) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menggelar rapat dengan jajaran terkait. Sayangnya, Kadis Perhubungan, I Nyoman Sucitra tidak hadir dalam rapat yang meagendakan laporan prihal hasil pertemuan di Kementerian Perhubungan RI pada Jumat (9/8) lalu.

Kekecewaan Bupati pun bertambah, lantaran sejumlah berkas syarat kelengkapan yang semestinya dituntaskan Dinas Perhubungan belum tuntas. 

Mengawali rapat, Bupati Suwirta mengungkap berbagai upaya yang sudah ditempuh Pemkab kini mulai menampakkan hasil. Usulan pembangunan pelabuhan Segitiga Emas berhasil menjadi perhatian pusat melalui pemerintah Provinsi Bali. “Saya apresiasi, karena meski Hari Minggu, namun mau hadir dalam rapat penting ini,”ujar Bupati Suwirta.

Tujuan Bupati Suwirta mengumpulkan jajarannya adalah untuk mendengarkan laporan hasil pertemuan di Kementerian Perhubungan pusat perihal rencana pembangunan pelabuhan Segitiga Emas, yang dihadiri oleh Sekda Gede Putu Winastra, pejabat Perhubungan Provinsi dan OPD terkait pada hari Jumat(9/8) lalu.

Sayangnya, dalam rapat kemarin Kepala Dinas Perhubungan justru tidak hadir. Hal itupun membuat Bupati asal Nusa Ceningan ini merasa kecewa. Selain itu, Dinas Perhubungan dirasa tidak bekerja secara optimal dalam mengawal usulan ini. Sejumlah berkas yang menjadi syarat kelengkapan sangat lambat untuk dipenuhi. Padahal pemerintah Provinsi dan Pusat sudah merespon usulan tersebut.  

“Usulan terkait pelabuhan yang sudah sampai disini,  jangan sampai terhenti gara-gara OPD tidak maksimal dalam bekerja. Saya sangat sayangkan Kadis Perhubungan yang tidak hadir saat rapat ini, bisanya hanya mengandalkan anak buah, sehingga kalau ada apa-apa yang disalahkan hanya anak buah," ujar Bupati Suwirta dengan nada kesal.

Bupati Suwirta mengingatkan, semua jajarannya harus memiliki pola pikir yang maju. Menurutnya, jaman reformasi adalah jaman percepatan, untuk itu semua OPD harus bergerak cepat dalam merespon tanggapan dari pemerintah pusat. Dirinya meminta OPD untuk bersungguh sungguhh melaksanakan tugas, jika tidak Bupati Suwirta tidak segan akan mengeluarkan peringatan. 

"Kita patut bersyukur, Pelabuhan segitiga kita diambil oleh pemeritah provinsi meski menjadi Pelabuhan Segitiga Sanur. Kita harus bergerak cepat, Karena saat ini komitmen kita membangun sudah disambut Pemprov dan Pusat dan perencanaan 2021 kita harus lebih kencang lagi sehingga target saya 2022 -2023 semua selesai tinggal kita urus jalan lingkar," tegasnya. 

Sementara itu Sekda Gede Putu Winastra melaporkan sejumlah hasil pertemuan di Kementerian Perhubungan. Diantaranya, pelengkapan sejumlah syarat usulan di APBN yang masih kurang. Yakni mengenai status tanah yang di Sampalan, Nusa Penida dan Bias Munjul, Ceningan harus sudah disertifikatkan dan selanjutnya diphoto copy dan disahkan. Di samping itu, DED masing-masing lokasi pelabuhan juga harus dituntaskan. Saat ini, DED di Sampalan sudah siap sedangkan DED di Bias Munjul sedang dalam pembuatan oleh pihak Provinsi dan Udayana. Sedangkan untuk penetapan lokasi sudah ada rekomendasi oleh Bupati tinggal menunggu rekomendasi Gubernur untuk selanjutnya diajukan ke kementerian sehingga penetapan lokasi dilakukan oleh kementerian.

“Yang kita kawal adalah pelabuhan Sampalan, Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul Ceningan yang merupakan perencanaan dermaga segitiga emas Sanur, karena kita belum siap dengan perencanan pelabuhan Pesinggahan. Namun kita tetap mengusulkan Pelabuhan Pesingahan untuk akses oleh masyarakat lokal," ungkap Sekda Winastra dalam rapat yang juga dihadiri Kepala BAPPEDA, Kadis PUPera, Kadis LHP dan perwakilan dari Dinas Perhubungan. (dia)