JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Desa Selisihan, Klungkung tercoreng oleh aksi salah satu anggotanya. Rabu (17/7), mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Bahri Nur (21) terpaksa harus digiring ke Mapolres Klungkung lantaran mencuri sebuah HP milik warga setempat.

Ironisnya, pemuda asal Kampung  Karangkongo, Kecamatan Sapekan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tersebut mengaku mencuri lantaran HP miliknya sudah usang. 

Kamis (18/7) Kapolsek Klungkung, Kompol Wayan Sarjana mengungkap penangkapan Bahri Nur bermula dari laporan kehilangan dari warga Selisihan, Wayan Natarini (29). Dalam laporannya,  korban menjelaskan bahwa HPnya raib saat berbelanja di toko milik Ibu Karti di Banjar Kangin, Desa Selisih. Ketika itu, korban yang mengendarai sepeda motor memarkir kendaraannya di depan toko. Sedangkan HP merek Oppo F1 miliknya diletakkan di bagasi depan motor. 

Nah, usai berbelanja kebutuhan upacara, korban lantas bergegas pulang. Namun, sesampai di parkiran, ternyata HPnya sudah hilang. Mengetahui hal itu, sekitar pukul 09.00 Wita korban langsung melapor ke Mapolsek Klungkung. "Karena HPnya hilang maka korban kemudian melapor ke Mapolsek Klungkung,” ujar Kapolsek. 

Bermodal keterangan korban, tim yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Dewa Nyoman Agusman langsung melakukan penyelidikan ke TKP. Rekaman CCTV yang diperoleh dari bangunan sekitar pun dicek. Hingga akhirnya terungkap ciri-ciri pelaku yang diketahui bukan warga setempat. Di samping itu, signal HP korban juga masih terlacak di sekitar Desa Selisihan dan berada di Kantor Desa. Hal inilah yang melatari kecurigaan pelaku mengarah ke salah seorang mahasiswa yang sedang melakukan KKN di desa tersebut.

"Anggota kami lantas mengumpulkan mahasiswa KKN yang berposko di Puskesmas yang masih jadi satu areal dengan Kantor Desa," ungkap Kompol Sarjana seraya mengatakan pelaku langsung diamankan di Mapolsek Klungkung. 

Meski sudah diciduk, saat dimintai keterangan rupanya pelaku sempat mengelak telah mencuri HP. Namun, akhirnya mahasiswa tersebut mengaku juga. Menurut Kompol Sarjana, pelaku terpaksa mencuri  karena HP miliknya sudah jelek. Bahkan sudah tidak ada tombol-tombolnya lagi. Di samping itu, pelaku juga menunjukkan HP yang dicurinya disembunyikan di dalam sebuah plastik di dapur Puskesmas. "HP yang dia curi dan pakaian yang dia pakai saat mencuri ternyata dibungkus dalam tas kresek dan disembunyikan di dapur belakang puskesmas,” imbuhnya. 

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mahasiswa jurusan hukum yang tinggal sementara di Banjar Tegal, Singaraja tersebut akan dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara dua tahun. 

Sementara menyikapi kasus yang menjerat mahasiswanya, Wakil Rektor I Undiksha, Dr. Gede Rasben Dantes menegaskan bahwa perbuatan pelaku di luar kontrol pihak kampus maupun tim KKN Undiksha. Meski demikian, pihaknya tetap akan bertanggung jawab dan mendampingi proses hukum yang harus dijalani mahasiswanya. Sebanyak tiga orang tim sudah dikirim ke Mapolsek Klungkung. Selain untuk mencari kejelasan kasus tersebut, pihak kampus juga akan meminta maaf atas perbuatan pelaku. 

Sedangkan terkait program KKN pelaku, pihak kampus memutuskan Bahri Nuh untuk ditarik dari proses KKN yang diikuti, dan dikenakan sanksi akademik sesuai aturan Undiksha. Bahkan, jika terbukti bersalah maka yang bersangkutan terancam diberhentikan. Agar kasus serupa tak terulang, Gede Rasben pun mengingatkan agar mahasiswa yang sedang menjalani program KKN menjaga pikiran, perkataan, dan juga perbuatannya.

"Saya juga mengimbau ke mahasiswa KKN, untuk belajar bermasyarakat. Seluruh mahasiswa kami saat KKN, membawa nama Universitas Ganesha di masyarakat. Jaga pikiran, perkataan, dan perbuatan. Buktikan anda mencerminkan mahasiwa berkarakter, dan anda cermin Undiksa di masyarakat," imbau Gede Rasben. (dia)