JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Seorang siswa salah satu SMA Negeri di Kabupaten Klungkung, PMS (15) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Rabu (17/7/2019).

Sehari sebelum ditemukan tergantung di garase rumahnya di Perumahan Sangkan Bhuana, Lingkungan Semarapura Kauh, korban sempat mengirim pesan kepada ayahnya minta dijemput. Hingga kini belum terungkap motif aksi nekat korban, namun, sempat mencuat dugaan bahwa korban merasa kesepian. 

Informasi yang dihimpun di lapangan, menurut tetangga korban, Lilik Rahayu Dewi, peristiwa ulah pati tersebut kali pertama diketahui oleh ayah korban, I Wayan Putra (42). Setelah sebelumnya menerima pesan dari putranya melalui WA yang meminta dijemput. Pagi-pagi buta ia bersama paman korban, Komang Astawa (34) yang tinggal di Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem langsung meluncur ke Klungkung. Kebetulan, sejak terjadi erupsi Gunung Agung, keluarga mereka sempat mengungsi ke Klungkung. Tapi setelah erupsi berangsur mereda, Wayan Putra yang bekerja sebagai Ketua LPD Sogra ini memutuskan untuk pulang kampung. 

Sedangkan rumah dua kamar yang dikontrak selama mengungsi akhirnya dibeli. Kini, rumah tersebut ditinggali oleh Korban (PMS) seorang diri. Korban tidak ikut kembali ke kampung halamannya lantaran harus melanjutkan sekolah di salah satu SMA Negeri di Klungkung. "Saya tidak tahu pasti lengkap isi WAnya. Tapi menurut bapaknya, anaknya minta agar dijemput tanpa ngajak ibunya dan yang lainnya," ungkap Lilik saat ditemui di RSUD Klungkung. 

Sekitar pukul 07.45 Wita, Wayan Putra tiba di rumahnya di Perumahan Sangkan Bhuana, Lingkungan Semarapura Kauh. Namun, alangkah terkejutnya ia justru melihat anak keduanya yang masih duduk di kelas XI SMA tersebut dalam posisi tergantung di garase. Spontan Wayan Putra lantas menurunkan tubuh anaknya yang memakai baju lengan panjang putih dan celana panjang hitam. Ketika itu, tubuh korban masih dirasa hangat, sehingga cepat dibawa ke RSUD Klungkung. Sayangnya, setelah diperiksa oleh petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. 

"Saya juga kaget saat di rumah, bapaknya (Wayan Putra) teriak-teriak minta tolong dan langsung membawa anaknya ke rumah sakit karena badannya diketahui masih hangat," imbuh Lilik. 

Sementara Kapolsek Klungkung, Kompol I Wayan Sarjana menyampaikan ketika masih menyelidiki kejadian tersebut. Demikian juga dengan penyebab korban nekat melakukan aksi gantung diri yang belum dapat dipastikan. Namun, menurut Kapolsek sebelum mengahiri hidupnya, korban merasa kesepian. Dugaan tersebut diperkuat dengan pesan yang dikirim korban kepada ayahnya sehari sebelum kejadian. "Sebelum meninggal korban sempat mengirim pesan kepada orang tuanya yang isinya kesepian dan minta ditengok ke Klungkung," ujar Kapolsek, Kompol Wayan Sarjana. (dia)