JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Perompesan sejumlah pohon yang rawan tumbang dan membahayakan masyarakat mulai dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli pasca musibah tumbangnya pohon beringin di areal Pura Dalem Selaungan, di Kelurahan Cempaga, Bangli yang menimpa sejumlah kendaraan dan menyebabkan empat warga luka berat dan ringan.

Sesuai pantauan Minggu (16/6/2019), pohon beringin di jalur jalan utama Tamanbali-Bangli tepatnya di kelurahan Bebalang juga telah dilakukan pemangkasan. Terutama bagian dahan yang menjorok kejalan dan rawan patah. Tidak hanya itu, sejumlah pohon perindang di Kota Bangli juga disasar untuk segera dilakukan perompesan kembali.

PLT Sekdis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli I Gusti Laksana saat dikonfirmasi membenarkan upaya-upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi ancaman bahaya dampak cuaca buruk. “Pemangkasan pohon-pohon yang sudah tua dan kropos telah mulai kita lakukan. Sedangkan untuk pohon yang berada ditempat suci, kita akan berkoordinasi dengan bendesa dan kelian adat,” jelasnya.

Disampaikan, Gusti Laksana yang juga Kabid  Penataan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ini, untuk sementara prioritas perompesan menyasar pohon perindang di jalan-jalan Kota Bangli. Sebab, menurutnya, kondisi pohon perindang yang bagian pangkalnya tertutup aspal paling rawan tumbang. “Karena tertutup aspal, pertumbuhan pohon perindang akan menjadi terbatas sehingga kita khawatirkan akan rawan tumbang saat cuaca buruk melanda,” jelasnya.  

Hanya saja, diakui pemangkasan belum bisa maksimal dilakukan lantaran pihaknya masih kekurangan sejumlah peralatan. Yakni berupa mobil skylife dan tambahan sensor atau gergaji mesin. “Saat ini, kita punya satu mobil Skylife. Namun masih kurang, karena hanya bisa menjangkau ketinggian 10 meter saja,” jelasnya. Oleh karena itu, diharapkan ada bantuan dari Propinsi Bali untuk pengadaan satu unit Skylife yang bisa menjangkau dengan ketinggian lebih dari 10 meter yang harganya diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar agar memudahkan melakukan perompesan.  “Selain tambahan satu mobil skylife, kita juga masih kekurangan mesin sensor. Mudah-mudahan, tahun depan usulan kita bisa dikabulkan oleh Propinsi,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) I Wayan Karmawan. Pasca musibah tumbangnya pohon beringin di areal Pura Dalem Selaungan tersebut, pihaknya akan lebih memaksimalkan pendekatan dengan tokoh-tokoh desa untuk bisa melakukan perompesan pohon yang dinilai rawan tumbang.

“Selain berkoordinasi dengan DLH, kita lakukan juga dengan pihak Kehutanan untuk memangkas pohon yang membahayakan pengendara diruas jalan yang masuk kawasan hutan di Kintamani. Sedangkan untuk pemangkasan pohon milik warga dan pohon ditempat suci yang memang membahayakan, kita akan bersurat terlebih dahulu kepada masing-masing kepala desa dan kelian adat bersangkutan,” jelasnya.

Untuk pohon yang berada di areal Pura, salah satu prioritas yang disasar adalah pohon beringin lainnya yang berada diutara Pura Dalem Selaungan, tepatnya dijalan menurun menuju Sidembunut karena kondisinya sudah mulai agak miring. “Selain itu, untuk para korban beringin tumbang, kita akan usulkan ke Propinsi supaya mendapat bantuan,” pungkasnya. (ard)