JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Kasus gigitan anjing yang menelan korban jiwa, AA Gde Karyawan (22) asal Banjar Peninjauan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung belum terlupa. Kini kejadian serupa kembali terjadi di Banjar Gingsir, Desa Akah, Klungkung. Selasa (21/5), tiga orang warga setempat diserang anjing liar.

Tak hanya sekali, anjing yang sudah dipastikan positif rabies tersebut menggigit korbannya berulang kali hingga mengalami luka parah di bagian wajah. 

Informasi yang dihimpun Rabu (22/5/2019), korban pertama yang digigit anjing tersebut adalah I Nengah Sirka (54). Sekitar pukul 10.00 Wita, berencana membuatkan cucunya, Kadek Listya Dewi (2) teh.

Namun, saat hendak menuju ke dapur, dirinya melihat ada seekor anjing datang ke rumahnya dengan mulut yang menganga. Merasa khawatir, Sirka pun langsung mengusir anjing tersebut dengan cara menendangnya. Naas, bukannya kabur, anjing tersebut justru berbalik menerkamnya. 

Gigitan pertama mengenai dada korban. Lantas Sirka melawan dengan menendang dan memukul anjing tersebut. Tapi sayang, anjing tak bertuan itu justru semakin ganas dan mengigit bagian wajah Sirka. Akibat gigitan tersebut, Sirka harus mengalami luka terbuka di bagian wajah dan langsung dibawa ke UGD RSUD Klungkung. "Luka di wajah saya sampai dijarit tiga. Sekarang sudah dapat VAR di Puskesmas Klungkung II," ujarnya. 

Selain Sirka, anjing yang sama juga menyerang Ketut Arta (54). Sekitar pukul 18.00 Wita, Arta yang sedang ngayah di Pura Pasek mendadak diserang anjing berbulu hitam dan putih. Anjing tersebut langsung menggigit di bagian wajah. Sedangkan korban ketiga adalah Dewa Putu Alin Indrawan yang masih berstatus sebagai pelajar. Kali ini, anjing liar tersebut mengigit saat korban sedang berdiri di depan rumahnya. Kejadiannya sekitar pukul 19.00Wita dan melukai bagian kaki serta dahi. 

Menurut Sirka, sebelumnya anjing ganas tersebut memang sering datang ke rumah warga. Katanya, anjing betina tersebut baru saja melahirkan lima ekor anak. Atas kejadian tersebut, warga yang dihantui rasa cemas tergigit anjing rabies pun langsung melakukan perburuan. "Ada yang membawa senapan angin, dan besi tombak. Awalnya warga kesulitan mencarinya, tapi setelah disenter baru keluar dan akhirnya dibunuh warga sekitar pukul 20.00 wita," lanjutnya. 

Sementara, Kabid Keswan Dinas Pertanian Klungkung, AA Arnawa membenarkan adanya kasus gigitan anjing di Desa Akah. Disampaikan bahwa timnya sudah terjun ke lokasi untuk mengambil sampel otak anjing. Ironisnya, berdasarkan hasil lab, anjing yang menyerang tiga warga tersebut dinyatakan positif rabies. "Petugas sudah turun mengambil sampel, hasilnya positif rabies. Besok (hari ini) renacannya kami lakukan eleminasi dan pemberian vaksin anjing kepada warga," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, AA Gde Rai Karyawan (22) asal Dusun Peninjaoan, Desa Paksebali meninggal pasca digigit anjing rabies, Minggu (20/5) lalu. Korban digigit di bagian jari kanan saat bermaksud menyelamatkan anjing kecil yang terjepit di pepohonan di kawasan Sungai Unda. Sayangnya, pasca digigit anjing, ia tidak mau untuk mencari VAR ke rumah sakit. Gejala rabies mulai muncul pada korban sejak Sabtu (18/5) lalu. Ketika itu, korban sempat dibawa ke rumah sakit lantaran mengalami sesak nafas. Namun, ketika hendak diberi perawatan lebih lanjut korban menolak. Selanjutnya pada Minggu (19/5) sekitar pukul 10.30 Wita, korban kembali mendatangi UGD RSUD Klungkung dengan gejala seperti sebelumnya. Tapi pihak keluarga menolak diopname hingga akhirnya pulang paksa. 

Tak berselang lama, di hari yang sama sekitar pukul 18.11 Wita, pemuda yang memiliki tato ini kembali dirujuk ke UGD. Namun, gejalanya sudah semakin parah, yakni takut sinar, air, serta muntah-muntah. Setelah mendapat perawatan, pada pukul 20.00 Wita nyawa korban dinyatakan meninggal dunia. (dia/Fajar Bali)