JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Setelah melalui proses seleksi panjang, 20 anak dari keluarga tak mampu akhirnya lolos untuk bekerja ke luar negeri (kapal pesiar).

Sebelum diberangkatkan, mereka akan mengikuti pendidikan selama tiga bulan di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Di samping itu, untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris, anak-anak tersebut juga diarahkan ikut menyambut wisatawan yang berkunjung ke Kertha Gosa.

Kamis (2/5/2019) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan, program ini merupakan komitmennya untuk menuntaskan KK miskin yang ada di Kabupaten Klungkung. Iapun berharap, anak-anak yang lolos seleksi bisa mengikuti pelatihan lanjutan dengan serius.

"Pelatihan ini harus diikuti dengan sebaik-baiknya dan tentunya jangan nanti sampai ada yang tidak serius,” pesan Bupati Suwirta didampingi Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, Dewa Gede Ngurah Byomantara.

Selain melatih keterampilan, Bupati menilai kemampuan berbahasa Inggris calon tenaga kerja ini juga perlu dimatangkan. Sebagai tahap latihan tambahan, dirinya menyarankan agar anak-anak yang lolos seleksi diterjunkan di objek wisata Kertga Gosa dan Monumen Puputan Klungkung. Sehingga mereka bisa berinteraksi langsung dengan para wisatawan asing yang berkunjung. “Manfaatkan pelatihan ini dengan niat yang sungguh-sungguh agar perjuangan kalian tidak sia-sia,” pesannya. 

Lebih lanjut diungkapkan, proses rekrutmen tenaga kerja ini terus akan dibuka. Sehingga warga yang berminat, utamanya dari KK miskin diminta untuk segera melapor ke Perbekel masing-masing. “Saya sudah tugaskan dinas terkait agar bekerjasama dengan Perbekel untuk mengurus pendaftaran. Sehingga ketika ada masyarakat yang berminat bisa mengikuti seleski,” imbuhnya disaat menghadiri pelatihan yang dilangsungkan di ruang rapat Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung tersebut. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung, I Gede Kusumajaya menyampaikan, sebelumnya ada 106 orang yang mendaftar untuk program ini. Namun setelah seleksi, hanya 20 orang yang dinyatakan lolos. Sebagai pelatihan awal, anak-anak dari KK miskin inipun diberikan pembekalan. Menurutnya, hal ini penting untuk meningkatkan kopetensi dan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan kualitas SDM agar bisa bersaing di dunia kerja.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 20 orang yang sudah lolos seleksi dari sebelumnya ikut mendaftar sebanyak 106 orang,” terangnya. 

Seluruh tahapan pelatihan dikawal langsung oleh jajaran Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Usai mengikuti pelatihan di Klungkung, nanti mereka juga akan mengikuti pelatihan lanjutan selama tiga bulan di STP Nusa Dua Bali. Kemudian ditambah lagi dengan praktik di hotel selama 2 bulan. (dia)