JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Indonesia tercatat sebagai wilayah yang rawan dilanda bencana gempa bumi. Tak terkecuali di Kabupaten Klungkung, sebagai upaya antisipasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar akan memasang alat seismograf (sensor perekam deteksi getaran gempa bumi).

Sesuai rencana, seismograf tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Nusa Penida. Guna mematangkan pemasangan alat pendeteksi getaran gempa bumi tersebut, Senin (8/4), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar membahas rencana tersebut dengan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Kepala Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar, Ikhsan menjelaskan, secara umum seismograf merupakan alat atau sensor getaran. Biasa digunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Pemasangan seismograf atau alat sensor deteksi getaran ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana besar atau kecilnya gempa yang ditimbulkan. Di samping juga untuk mengetahui kedangkalan sedimen getaran yang dihasilkan akibat pergeseran kerak bumi, serta mendapatkan tambahan sensor seismograf dalam jaringan Ina-Tews di wilayah Bali.

Tahun ini, pemerintah akan melakukan penguatan peralatan pencatan gempa bumi di seluruh Indonesia. Rencananya akan dipasang 100 seismograf di seluruh pelosok Indonesia. Khusus untuk Provinsi Bali, mendapatkan 2 buah alat. Salah satu seismograf ini akan ditempatkan di Kabupaten Klungkung, tepatnya di Kepulauan Nusa Penida.

"Adanya tambahan alat sensor dengan sudut gap yang mengecil, maka analisa dan penyebaran informasi gempa bumi di wilayah Bali khususnya Klungkung akan lebih cepat dan akurat," jelasnya.

Lokasi yang dipilih untuk pemasangan kedua seismograf tersebut yakni di dekat Kantor Desa Batukantik atau Kantor Kepala Desa Klumpu. “Kami harapkan titik lokasi yang sudah ditentukan yakni lahan atau tanah milik pemerintah, karena terkait kaamanan alat tersebut. Tak hanya itu kami juga akan menambahan alat Seismometer di sembilan lokasi di Kabupaten Klungkung. Lima lokasi di Kepulauan Nusa Penida dan empat di Klungkung daratan” ujarnya.

Sementara, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung, Putu Widiada sangat mengapresiasi pemasangan alat sensor getaran gempa bumi tersebut. Dirinya berharap alat tersebut mampu membantu Pemkab Klungkung dalam menangani maupun mengambil langkah cepat apabila terjadi bencana alam.

Instansi terkait juga diminta agar mampu memaksimalkan dan memanfaatkan alat ini. Untuk lahan yang diperlukan, Bupati memastikan pemkab akan langsung mensurvei tanah milik pemerintah yang berdekatan dengan titik lokasi yang diinginkan. Sehingga proses pemasangan alat tersebut cepat terealisasi.

“Kami akan berusaha mencarikan tanah pemerintah yang bisa dijadikan tempat untuk lokasi sensor dengan ukuran tanah 10x10 meter dengan bangunan dan pagar. Jikalau itu tanah milik desa, kami akan berkoordinasi dengan desa setempat," tegas Bupati Suwirta. (dia)