JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Peringatan hari Puputan Klungkung ke-111 dan HUT Kota Semarapura ke-27 akan dijadikan momentum untuk mereduplikasi masa kejayaan Klungkung.

Dengan mengusung tema "Wartamana Gora Kanta", ajang tahunan ini akan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan tradisional. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta pun mengingatkan agar kegiatan dibubuhi inovasi sehingga tidak terkesan monotun.

Minggu (7/4), Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta selaku Ketua Panitia Umum Hari Puputan Klungkung ke-111 mengungkap tema "Wartamana Gora Kanta" memiliki makna reduplikasi masa lampau sebagai acuan pembangunan Klungkung di masa yang akan datang. Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak kemarin. Yakni diawali dengan kegiatan bersih-bersih sampah plastik di seluruh pantai di Klungkung. 

Tak hanya itu, peringatan  Hari Puputan Klungkung yang menelan anggaran Rp732 juta ini, juga akan dimeriahkan beberapa perlombaan. Diantaranya lomba teatrikal, lomba tarik tambang, enggrang, terompah panjang, serta lomba megala-gala. Pada tanggal 18 April digelar pula hiburan kolaborasi dari kelompok gebyar budaya. Peringatan hari Puputan akan ditutup pada tanggal 28 April dan akan dilanjutkan dengan pembukaan Festival Semarapura di tanggal yang sama.

Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengingatkan pihak panitia agar terus berinovasi. Sehingga kegiatan yang digelar rutin setiap tahun ini tidak monotun. "Karena ini kegiatan rutin, jadi tidak boleh monotun. Harus ada inovasi sehingga kegiatan tiap tahun ada nuansa barunya," pesan Bupati Suwirta saat tatap muka dengan awal media.

Mengacu pada tema "Wartamana Gora Kanta" yang diusung, Bupati Suwirta mengatakan hal yang perlu diaktualisasikan dari masa lampau ke masa kini, salah satunya adalah era kegemilangan, yang mana Klungkung pernah menjadi pusat kerajaan di Bali. Untuk mencapai cita-cita tersebut, Bupati asal Nusa Ceningan ini berharap seluruh masyarakat Klungkung percaya serta mendukung masa kepemimpinanya. Masyarakat juga diminta tidak banyak berpolemik apalagi debat kusir. Lantaran untuk membangun Klungkung diperlukan kerjasama apik antara masyarakat dan penerintahnya. 

"Masa kegemilangan itu minimal bisa kita raih kembali di masa milenial sekarang. Caranya tentu tidak cukup hanya dengan nilai-nilai perjuangan saja, tapi juga ada inovasi. Inovasi sekarang jelas lebih terbuka.  Sedangkan apa yang harus dilakukan masyarakat?  Percayakan pada kami, mohon doa restu dan kerjasamanya. Tidak usah terlalu banyak berpolemik dan jangan debat kusir itu yang saya harapkan," ujar Bupati Suwirta.

Lebih lanjut disampaikan, rangakaian peringatan hari Puputan Klungkung ke-111 tidak akan ditunda walaupun berbarengan dengan rangkaian hajatan Pemilu. Bupati Suwirta optimis, masyarakat sudah cerdas dan dapat membedakan antara pemilu dan peringatan hari Puputan Klungkung. "Kegiatan tetap jalan seperti biasa. Saya yakin masyarakat bisa pisahkan antara pemilu dan hajatan Hari Puputan," imbuhnya dalam kegiatan yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Klungkung, Wayan Parna dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana. (dia)