JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Hingga Bulan Maret tutup buku, pencairan dana desa untuk Kabupaten Klungkung nampaknya belum dapat direalisasikan.

Mengingat, penetapan APBDes belum tuntas. Sebagai solusi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Klungkung pun berencana mengajukan pencairan dana desa dua tahap sekaligus. Targetnya, awal April pengamprahan dana desa tahap pertama dan kedua akan diajukan sekaligus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Klungkung, Wayan Suteja menjelaskan, pencarian dana desa tahap pertama paling cepat dicarikan pada awal Maret dan paling akhir Bulan Juli 2019. Namun, untuk di Kabupaten Klungkung hingga akhir Maret kemarin, pengajuan pencairan dana desa tahap pertama memang belum dapat dilakukan. Sebab, desa-desa belum menuntaskan penetapan APBDes. Saat ini, banyak APBDes yang masih dalam tahap evaluasi di tingkat kecamatan.

"Kami sudah infokan agar penetapan APBDes dipercepat. Saat ini, memang banyak yang dalam tahap evaluasi di kecamatan. Jumlah desa yang sudah menuntaskan penetapan APBDes juga sudah bertambah," ujarnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Untuk mengejar ketertinggalan, Suteja menarget pada awal April ini pengajuan pencairan dana desa sudah dapat dilakukan. Pengajuannya pun dirapel, tidak hanya untuk tahap pertama, tapi untuk tahap kedua juga. "Kami harap awal April sudah bisa amprah pencairan dana desa. Untuk Kabupaten Klungkung pengamprahan dilakukan dua tahap sekaligus," imbuhnya.

Disinggung mengenai fokus pemanfaatan dana desa, mantan Camat Nusa Penida ini mengatakan secara teknis masih sama dengan dana desa tahun lalu. Hanya saja, tahun ini dana desa yang jumlahnya mencapai Rp Rp51.533.982.000 diarahkan pada kegiatan padat karya tunai. Sedangkan untuk desa yang mendapat kucuran dana desa terbanyak di tahun 2019 ini adalah Desa Batu Kandik di Kecamatan Nusa Penida. Jumlahnya mencapai Rp1,9 Miliar lebih.

Lebih lanjut Suteja menjelaskan, Desa Batu Kandik menerima anggaran terbesar lantaran disesuaikan dengan tiga acuan pembagian dana desa. Yakni alokasi dasar, alokasi afirmasi, serta alokasi formula. Sesuai hitung-hitungan alokasi dasar, maka 72 persen dari jumalah dana desa yang diterima Kabupaten Klungkung dibagi secara merata ke seluruh desa.

Selanjutnya, berdasarkan alokasi afirmasi, sebanyak 3 persen anggaran dana desa dibagi ke desa tertinggal atau desa sangat tertinggal yang memiliki angka kemiskinan tinggi. Terakhir, mengacu pada alokasi formula, sebanyak 25 persen anggaran dana desa dibagi sesuai dengan jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah, serta tingkat kesulitan geografis.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dana desa yang diterima oleh Kabupaten Klungkung tahun ini memang mengalami peningkatan sebesar Rp8,25 Miliar lebih. Meski demikian, Suteja mengatakan tidak ada perbedaan dalam proses pendampingan ataupun pengawasan. Baik desa yang menerima anggaran banyak ataupun sidikit, tetap akan dipantau oleh petugas kabupaten, provinsi, serta pusat.

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga Rabu (20/3) lalu, dari 53 desa di seluruh Klungkung, hanya 15 desa yang sudah menetapkan APBDes. Sisanya, APBDes sudah tersusun hanya saja masih dalam tahap evaluasi di tingkat kecamatan. Suteja mengatakan, jika sebanyak 70 persen desa sudah melakukan penetapan APBDes, barulah pihaknya akan mengajukan pencairan dana desa ke pusat. (dia)