JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Target Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk menuntaskan rehab dan bedah rumah di tahun 2020 terus dikejar.

Sayangnya, semangat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta untuk 'merdeka' dari dua program tersebut nampaknya masih terganjal data valid dari desa. Terbukti, hingga Kamis (28/3/2019), data kemiskinan dari seluruh desa belum rampung. Padahal, sebelumnya Bupati sempat mewarning agar data sudah tuntas akhir Februari lalu.

Usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang), Bupati Suwirta menegaskan, dirinya sudah menyurati para Perbekel agar segera menuntaskan data warga yang memerlukan bantuan rehab atau bedah rumah. Namun, nyatanya hingga kemarin data yang diminta tidak kunjung diterima. Oleh karena itu, Bupati Klungkung dua periode inipun memberi kelonggaran hingga minggu depan.

Secara tegas Bupati Suwirta mengatakan, tidak ingin ada yang bermain-main dengan data kemiskinan. Apalagi, jika sampai batas waktu habis, namun masih ada rumah yang tercecer. Jika sampai demikian, maka dinilai memang ada desa yang bermain-main dengan program pengentasan kemiskinan ini. 

"Kita berikan waktu sampai seminggu ke depan agar semua desa ini menyetor data bedah rumah dan rehab rumah. Saya tidak mau kalau kita sudah tutup, semua sudah selesai dan ada yang nunggak, berarti ada desa-desa yang ingin bermain-main dengan program bedah rumah ini dan mungkin menjadi alat politik," ungkapnya.

Disampaikan pula, Bupati Suwirta tidak mempermasalahkan jika jumlah rumah yang perlu direhab ataupun dibedah mencapai ribuan. Bahkan, untuk mencapai targetnya di 2020 tersebut, Bupati siap mengorbankan program-program lain. Sehingga anggaran untuk rehab dan bedah rumah bisa ditutupi. "Kalau sampai Rp10-15 Miliar pun saya siap, nanti saya tugaskan Sekda untuk selesaikan. Kebutuhan dasar ini tidak bisa ditunda-tunda. Masak orang tidur di lantai dan kehujanan, ini tidak boleh dibiarkan. Mungkin saya terlalu berani, tapi 2020 kita harus merdeka dari bedah rumah," ujarnya optimis.

Di sisi lain, saat Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (MUSRENBANG RKPD) Kabupaten Klungkung Tahun 2020 di Ruang Rapat Praja Mandala, Bupati Suwirta juga menempatkan program penanggulangan kemiskinan ini di posisi teratas. Sementara di urutan kedua, adalah program pembangunan sumber daya manusia. Disusul program di sektor pendidikan, pariwisata, perekonomian, lingkungan hidup, serta reformasi birokrasi.

Diberitakan sebelumnya, sesuai data terakhir Dinas Sosial Kabupaten Klungkung pada Kamis (14/3) lalu, dari 59 desa/kelurahan di Klungkung, yang sudah menyetor data kemiskinan hanya 33 desa, sedangkan 26 desa lainnya masih proses pendataan. Adapun dari 35 desa yang sudah tercatat tersebut, usulan yang masuk cukup banyak yakni 904 bedah rumah dan 2.334 rehab rumah.

Dengan rincian usulan dari Kecamatan Klungkung 161 bedah rumah dan 613 rebah rumah, Kecamatan Nusa Penida 340 bedah desa dan 305 rehab rumah. Kecamatan Dawan 238 bedah rumah dan 741 rehab rumah, Kecamatan Banjarangkan 165 bedah rumah dan 675 rebab rumah. (dia)