JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung menindak tegas belasan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tak mengantongi identitas.

Rabu (13/3), belasan warga NTT tersebut terpaksa dipulangkan. Apalagi, sebelumnya mereka sudah sempat terjaring sidak dan dibina, namun hingga kini belum juga mengurus identitas diri.

Kepala SatpolPP dan Dampar Klungkung, Putu Suarta menyampaikan, ada 13 orang penduduk pendatang (Duktang) yang dipulangkan. Semuanya merupakan warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Putu Suarta, tindakan tegas  terpaksa diambil lantaran belasan duktang tersebut tidak memiliki identitas diri. Sebanyak 3 orang tercatat tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan sisanya ada yang memiliki KTP tapi belum mengurus surat lapor diri. Padahal, sebelumnya belasan warga terdebut sudah sempat terjaring razia duktang dan diminta untuk mengurus surat lapor diri.

"Ada yang tanpa KTP dan ada yang punya KTP tapi sebulan lalu sudah sempat kita panggil dan bina agar dia melengkapi surat lapor diri, tapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti," jelasnya.

Selama menetap di Klungkung, Putu Suarta mengatakan belasan warga NTT tersebut mengaku bekerja sebagai pengapling tanah di wilayah Desa Manduang. Namun, saat didatangi ke tempat kosnya, mereka hanya kumpul-kumpul saja. Di samping itu, keberadaan mereka juga sempat dikeluhkan oleh tetangga dan pemilik kos-kosan.

"Saat kita turun ternyata benar mereka  sudah pernah kita bina, tapi tidak ditindaklanjuti. Karena itu kita pulangkan. Tempat tinggalnya masih sama dari dulu, itupun ada keluhan dari tetangga karena ribut-ribut," imbuh Suarta sekaligus mengatakan 13 warga NTT tersebut menempati 6 kamar yang ukurannya kecil-kecil.

Lebih lanjut disampaikan, usai ditindak ke 13 warga NTT tersebut diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Klungkung. Selanjutnya Dinas Sosial Kabupaten Klungkung akan menyerahkan ke Dinas Sosial Provinsi untuk dipulangkan ke tempat asalnya. Sepanjang tahun 2019 ini, Putu Suarta mengatakan sudah dua kali memulangkan duktang. Di awal tahun sudah ada 5 warga NTT yang dipulangkan. Penyebabnya sama, mereka tidak memiliki identitas dan surat lapor diri. "Tindakan seperti ini pasti akan dilanjutkan, kita tidak mau ada hal-hal yang tidak diinginkan," tegas mantan Kadis Perizinan dan Penanaman Modal Klungkung ini. (dia)