JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Polemik bantuan dana hibah yang menyeret nama Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru mulai menunjukkan dampaknya.

Senin (11/3/2019) penerima hibah asal Nusa Penida mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Klungkung dan mengembalikan dana hibah secara tunai. Rupanya tak hanya satu orang, tercatat sejak Bulan Februari lalu, delapan penerima hibah sudah melakukan hal serupa. Bahkan total dana hibah yang dikembalikan ke kas daerah mencapai Rp 1 Miliar lebih. 

Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Klungkung, I Wayan Sumarta tak menampik mengenai warga yang ramai-ramai mengembalikan dana hibah. Dikatakan, hal tersebut sudah berlangsung sejak Bulan Februari lalu. Hingga kini, tercatat sudah delapan warga yang melakukan pengembalian dana yang jumlahnya bervariasi. Kisaran Rp 22 juta hingga Rp 750 juta.  Diantaranya, dana hibah untuk Banjar Pegatepan, Desa Pakaraman Gelgel, Klungkung, dan ada juga dana hibah untuk Desa Pakraman Gepuh, Desa Tanglad, Nusa Penida serta Dusun Pulagan, Desa Kutampi, Nusa Penida. 

"Total dana hibah yang telah dikembalikan sampai hari ini  sebanyak Rp 1 Miliar lebih,” ungkap Sumarta sekaligus mengatakan dana yang dikembalikan otomatis menjadi kas umum daerah. Yang mana nanti dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, selain hibah. 

Disampaikan pula, meskipun tahun anggaran untuk tahun 2019 sudah berjalan, dana hibah yang dianggarkan di perubahan tahun anggaran 2018 masih dapat dikembalikan. Sumarta mengatakan, sistem pemberian dana hibah tidak sama dengan proyek yang melalui proses tender. Menurutnya, dana hibah hanya ditujukan untuk memotivasi dan menstimulus saja. Jika warga tidak dapat mengerjakan tepat waktu, sebaiknya dikembalikan saja.

"Karena berupa hibah,  mekanismenya lain dengan dana proyek/ kegiatan yang berbentuk tender. Karena hibah ini hanya untuk berikan motivasi hanya stimulus sifatnya," imbuhnya. 


Terkait fenomena pengembalian dana hibah ini, Bendahara Bantuan, Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Klungkung, Gusti Ayu Purnami menjelaskan dari delapan penerima yang mengembalikan, empat diantaranya berasal dari Nusa Penida. Mengenai alasannya, Purnami mengatakan karena warga merasa tidak sanggup untuk merealisasikan kegiatan sesuai proposal dengan tepat waktu. Apalagi, saat ini waktu untuk pengerjaan sudah habis. Oleh karena itu, agar tidak menimbulkan permasalahan, warga memilih untuk mengembalikan dana. 

“Tanpa saya bertanya mereka langsung bilang karena merasa tidak mampu melakukan pengerjaan, apalagi waktu sudah lewat dan tidak cukup," jelasnya. 

Lebih lanjut diungkap, semestinya pengembalian dana hibah ini langsung ditrasfer ke kas daerah. Namun nyatanya, Purnami justru mendapati ada warga dari Nusa Penida yang melakukan pengembalian dana secara tunai. Bahkan uang dibawa dengan kantong plastik hitam. Hal itupun sempat membuatnya ketakutan, mengingat uang yang dibawa mencapai ratusan juta.

"Saya sempat ketakutan disodorkan uang sebanyak itu. Saat itu pengembalian dana hibah untuk Pura Paibon di Dusun Cemulik sebesar Rp 420 juta," ungkap Purnami. (dia)