JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Tak sekadar gertak, penegakan sejumlah Peraruran Daerah (Perda) di Kabupaten Klungkung terus dievaluasi.

Utamanya, Perda mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), toko modern, serta sampah. Senin (11/3/2019), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengumpulkan Tim Yustisi guna memastikan Perda tersebut benar-benar ditegakkan dan tak menimbulkan kesan mati suri.

Sepanjang pertemuan yang digelar di ruang kerjanya, Bupati Suwirta meminta agar Tim Yustisi segera melaporkan hasil kinerjanya dan terus melakukan monitoring terhadap implementasi Perda. Ada beberapa penegakkan Perda yang menjadi sorotan, yakni Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum, serta Perda Nomor 13 tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

Bupati Suwirta berharap Tim Yustisi terus menindaklanjuti penegakkan Perda-perda tersebut, sehingga tidak menimbulka  kesan mati suri. Di samping itu, kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga diingatkan agar terus melaporkan hasil implementasi penerapan Perda tersebut. 

“Sementara ini masih kelihatan belum berjalan secara tegas. Buktinya pada saat saya memantau ke lapangan, saya melihat masyarakat menaruh sampah terutama di perkotaan masih di luar jam yang sudah ditentukan, surat edaranya pun tidak diberlakukan secara tegas. Saya berikan waktu sampai akhir Bulan Maret ini. Awal Bulan April saya akan evaluasi total,” tegas Bupati asal Ceningan ini.

Pihaknya juga menegaskan tim yustiti dan semua OPD terkait segera mengevaluasi perkembangan, permasalahan serta kemajuan dari Perda tersebut. Seiring dengan itu, pihaknya juga akan melengkapi segala insfratruktur pendukung Perda yang sudah berlaku. “Misalnya masalah sampah, kita mempercepat penanganan masalah sampah terutama dengan pembuatan TOSS di setiap Desa” ujarnya. (dia)